Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Ingat, ini visi dan misi para calon gubernur dan wakil gubernur Papua
  • Selasa, 06 Maret 2018 — 14:38
  • 3706x views

Ingat, ini visi dan misi para calon gubernur dan wakil gubernur Papua

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Papua Firdinando Tinal di gedung DPR Papua, Jalan Sam Ratulangi, Selasa (6/3/2018), para kandidat diminta memaparkan visi dan misinya jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, selama 45 menit sesuai dengan nomor urut cagub-cawagub. 
Suasana Rapat Paripurna Istimewa penyampaian visi dan misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, di DPRP, Selasa (6/3/2018) - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi -  Setelah sepekan masa kampanye Pilkada Papua 2018, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) menggelar rapat paripurna terbuka dengan agenda pemaparan visi dan misi para kandidat calon gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Papua Firdinando Tinal di gedung DPR Papua, Jalan Sam Ratulangi, Selasa (6/3/2018), para kandidat diminta memaparkan visi dan misinya jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, selama 45 menit sesuai dengan nomor urut cagub-cawagub. 

Calon nomor urut satu, Lukas Enembe-Klemen Tinal (LUKMEN) yang diwakili langsung oleh Lukas Enembe memaparkan, pelaksanaan Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera telah membuahkan hasil dan pondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan. Untuk itu, pihaknya kini kembali masuk dengan visi dan misi yang sama dengan peningkatan yang lebih baik yakni Papua bangkit, mandiri, dan sejahtera yang berkelanjutan.

Selain itu, ada tiga aspek penting dalam mewujudkan visi misi tersebut diantaranya, wujud kebangkitan, wujud kemandirian, dan wujud kesejahteraan. Wujud kebangkitan dilakukan secara bertahap namun pasti menata dan membangun potensi kebangkitan Papua, membangun tatanan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang luhur dan bermartabat, membangun kehidupan sosial yang aman, damai, beretika dan demokratis, serta memulihkan dan memelihara kondisi yang aman dan damai.

Enembe juga menyebut tentang mengembangkan kehidupan budaya dan jati diri orang Papua yang kuat dan kreatif dan penghargaan terhadap nilai kultur dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. Untuk wujud kemandirian, LUKMEN mengharapkan  itu dilakukan secara total di Provinsi Papua.

“Mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan lebih berkualitas disertai pemerataan (growth with equity). Memulihkan dan menjaga lingkungan alam Papua sebagai aset kehidupan masyarakat Papua, masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia dan memperkuat kemandirian masyarakat kampung melalui pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal yang merupakan basis kehidupan masyarakat serta Meningkatkan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan,” papar Enembe.

"Kalau wujud kesejahteraan, kami berusaha meningkatkan akses masyarakat asli Papua pada semua jalur dan jenjang pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah termasuk non formal secara merata sesuai kondisi geografis dan budaya kita," sambung Lukas Enembe yang didampingi Klemen Tinal.

Kata Enembe masih terkait wujud kesejahteraan, pihaknya akan terus melakukan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan khusus ibu, bayi, dan anak dalam rangka mewujudkan generasi emas Papua.

Selain itu LUKMEN juga akan memprioritaskan Jaminan kesehatan (Kartu Papua Sehat) agar distribusi pembiayaan kesehatan merata bagi seluruh orang Papua, terutama dalam rangka menanggulangi penyakit endemis.

"Kami juga akan tingkatkan pemenuhan ketersediaan perumahan yang layak huni dan terjangkau dengan sanitasi lingkungan dan air bersih yang bermutu dan ketersediaan listrik yang merata melalui program pembangunan 13 ribu unit rumah dan melakukan peningkatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas dalam mendukung kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Papua," ujarnya.

 

Visi jangka panjang LUKMEN

Visi jangka panjang yang ditawarkan calon Gubenur dan Wakil Gubernur nomor urut 1 tersebut adalah visi pembangunan daerah jangka anjang dengan mewujudkan Papua yang mandiri secara sosial, budaya, ekonomi dan politik. Dimana periode pelaksanaan pembangunan tahun 2018-2023 amatlah strategis, karena beririsan dari akhir masa pencapaian visi pembangunan jangka panjang Provinsi Papua periode 2005-2025.

"Pada periode 2018-2023 kami akan terus berupaya keras untuk memantapkan kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, membangun keadilan, penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, dan menjaga kesatuan NKRI," terang Enembe.

Sedangkan untuk kerangka visi provinsi Papua tahun 2018-2023, pihaknya menekankan pada menjaga momentum kebangkitan, memantapkan kemandirian, meningkatkan kesejahteraan rakyat, terwujudnya keadilan.

 

"Untuk prioritas pembangunan, kami ada enam aspek diantaranya, pemenuhan kebutuhan dasar, pemanfaatan rasa aman, tenteram dan kedewasaan berdemokrasi, pemanfaatan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan investasi, pemantapan infrastruktur dasar dan konektivitas, dan percepatan pembangunan daerah tertinggal, terbelakang, terpencil, dan terdepan," ujarnya.

Sementara, menyoal kebijakan pembagian dan pemanfaatan dana Otsus, ada tujuh faktor yang menjadi andalan pasangan petahana tersebut, diantaranya dana Otsus dibagi antara provinsi dan kabupaten/kota secara berkeadilan dengan memperhatikan daerah-daerah tertinggal, terbelakang dan terpencil.

Pembagian dana Otsus (dua persen setara DAU nasional) dengan proporsi 80 persen untuk kabupaten/kota dan 20 persen untuk provinsi setelah pembagian dana urusan bersama antara provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu, LUKMEN juga melihat Dana Urusan Bersama (DUB) dipergunakan untuk membiayai program-program strategis lintas kabupaten/kota dalam rangka pencapaian prioritas daerah. Dana Otsus 10 persen dialokasikan bagi lembaga keagamaan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.

"Lima persen lagi dana Otsus dialokasikan bagi komunitas adat untuk memperkuat peran lembaga adat dalam Pembangunan, tiga persen lagi dialokasikan untuk bidang ekonomi pengembangan kewirausahaan orang asli Papua. Dan dana tambahan Otsus terutama diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur sebesar 15 persen dialokasikan kepada kabupaten/kota yang rendah akses melalui bantuan keuangan," papar Enembe.

 

Penyampaian visi dan misi JOSUA

Setelah pasangan LUKMEN memaparkan visi misinya, kini giliran John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae atau lebih dikenal dengan JOSUA. Salam Papua Cerdas! Slogan itulah yang selalu diorasikan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018-2023, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae.

Pasangan ini menilai, program pembangunan harus sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia dan arah percepatan pembangunan nasional, serta kondisi faktual yang dilihatnya saat ini.

JOSUA mendengar, merasakan dan menyerp aspirasi rakyat Papua. Maka dengan menganalisa isu-isu strategis, pasangan Josua pastinya melakukan perubahan di Papua.

Untuk melakukan perubahan itu, pasangan yang diusung  PDI Perjuangan dan Gerindra ini memiliki roh yang akan menjiwai kehidupan seluruh masyarakat Papua dan memberi kekuatan yaitu semangat Papua Cerdas, damai dan berdikari.

Menurut Wetipo, hingga 2017, Papua merupakan provinsi dengan  persentase penduduk miskin terbesar di Indonesia yaitu sebesar 27,62 %, sementara indeks kebahagiaan Papua mencapai 64,97 %, lebih rendah dari indeks kebahagiaan Indonesia yang mencapai 69,51 %. Angka indeks kebahagiaan Papua pun lebih rendah dari indeks kebahagiaan Papua Barat yang mencapai 71,27 %.

Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) papua dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tapi jika dihitung sejak 2012-2016 menjadi nilai paling rendah dari seluruh provinsi di Indonesia. Pada 2016 misalnya, IPM Papua hanya 58,05, bahkan lebih rendah dari Papua Barat yang mencapai 61,72 di tahun 2016. Sementara IPM nasional angkanya mencapai 70,18

Untuk itu, jika JOSUA terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, maka akan mewujudkan masyarakat Papua yang cerdas, damai dan berdikari dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Dengan memiliki akal budi yang luhur, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Papua, bersama  menciptakan suatu kondisi kehidupan yang aman, tenteram, rukun, dan tidak lagi bergantung kepada orang lain.

“Kami yakin masyarakat Papua telah mampu menjadi pelaku pembangunan, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mampu melakukan kerjasama yang saling menguntungkan sehingga masyarakat Papua memiliki Pendapatan yang pasti dalam hidupnya,” kata John Wempi Wetipo didampingi Habel Suwae.

Keyakinan tersebut kata Wetipo, juga berlandaskan atas kematangan spiritual yang dimiliki masyarakat Papua, sehingga harapan dan usaha dalam memenuhi kebutuhan dasarnya dapat terwujud dan berkelanjutan.

Sementara, untuk melindungi hak dasar masyarakat Papua dan memperkokoh kebhinekaan dengan mengembangkan norma kehidupan beragama yang toleran, harmonis dan saling menghormati dengan didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Hal lainnya dalam visi dan misi pasangan JOSUA yang akan membawa perubahan bagi masyarakat Papua adalah meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas, seperti meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi; membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur, mengelola sumber daya alam yang berkualitas, lestari dan berkelanjutan, membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (Good and Clean Governance), serta efektif, demokratis dan terpercaya.

Sedangkan untuk visi pemerintahan JOSUA 2018-2023 adalah mewujudkan masyarakat Papua yang cerdas, damai dan berdikari dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Ciri berdikari yang dipetakan oleh pasangan Josua memiliki lima ciri pokok yakni Papua Pintar, dengan meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas. Kemudian Papua Damai yakni melindungi hak dasar masyarakat Papua dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, memperkokoh kebhinekaan dengan mengembangkan norma kehidupan beragama yang toleran, harmonis dan saling menghormati dengan didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Lalu, ciri Papua Sehat adalah dengan meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas. Dan untuk Papua Pendapatan Pasti, dengan cara meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, mengelola SDA (Sumber Daya Alam) yang berkualitas, lestari dan berkelanjutan. Hal terakhir adalah Papua Infrastruktur yakni membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur

Dalam visi dan misi yang dibacakan pasangan Josua juga terdapat program pokok pembangunan meliputi Papua Pintar, Papua Sehat, Papua Pendapatan Pasti, Papua Infrastruktur, Papua Damai, Papua  Good and Clean Governance, Papua Mekar dan Pemberdayaan Ruang Pemerintahan Distrik.

 

Pendekatan pembangunan

Pendekatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pasangan Josua dilakukan dengan dua cara, yakni pendekatan ruang atau wilayah dan pendekatan sektoral.

Pendekatan ruang atau wilayah adalah dengan membagi Papua dalam lima wilayah pembangunan berbasis 5 wilayah adat yakni Mamta, La Pago, Mee Pago, Ha Anim dan Saireri.

Pada wilayah pembangunan I, yakni yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Mamberamo Raya (Mamta).  Potensi unggulan yang akan dikembangkan adalah aktivitas yang terkait dengan jasa pemerintahan, transportasi dasar, konsentrasi perhubungan udara, konsentrasi perhubungan laut, perdagangan dan pertanian dalam arti luas yang memberi peluang kepada semua penduduk, untuk berinteraksi dalam kehidupan sektor terkait dan menciptakan  keberpihakan, perlindungan dan pemberdayaan, atas hak-hak dasar penduduk asli Provinsi Papua.

Wilayah Pembangunan II, meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Asmat (Ha Anim). Fokus perhatian pada wilayah ini adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia Papua secara teratur dan pengembangan komoditas pertanian dan perairan unggulan sesuai potensi wilayah di tiap kabupaten dalam wilayah ini.

Sehubungan dengan itu, pembukaan isolasi geografi, isolasi informasi, isolasi ekonomi, antara daerah dalam wilayah ini masih diprioritaskan dan terintegrasi dengan wilayah pembangunan III dan wilayah pembangunan IV melalui wilayah pembangunan II Provinsi Papua.  Wilayah pembangunan II ini akan berkembang sebagai suatu wilayah di Selatan Provinsi Papua dengan ciri khas tersendiri. 

Setiap kabupaten dalam wilayah pembangunan III ini mempunyai potensi yang akan menjadi keunggulan daerah di bidang ekonomi dan sosial budaya.

Wilayah pembangunan III, meliputi Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Lani Jaya, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Nduga dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya (La Pago).

Aktivitas utama di wilayah ini adalah meningkatkan  kemampuan  atau  kapasitas  infrastruktur  dasar fisik, sosial budaya dan ekonomi antar ruang komunitas masyarakat (Kabupaten, Distrik dan kelompok komunitas masyarakat) dalam wilayah pembangunan III, serta percepatan peningkatan kualitas sumberdaya manusia secara utuh yang disesuaikan dengan lingkungan budaya setempat, serta dipadukan dengan kebutuhan interaksi sosial dengan wilayah pembangunan III dan IV serta dunia luar.

Sementara, sasaran pengembangan adalah mempertahankan peningkatan kinerja pemerintah (kabupaten, distrik dan kampung/kelurahan) untuk tetap fokus pada pemberdayaan setiap komunitas masyarakat, sehingga mampu dan percaya diri untuk memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri.

Pengembangan setiap daerah kabupaten dan wilayah pembangunan III dibagi dan diimbangkan antara satu dengan lainnya, sesuai dengan potensi sumber daya alam dan manusianya yang saling mengambil dan menyumbang manfaat dari output kegiatan pengembangan dalam suatu sistem siklus hidup yang teratur.

Wilayah Pembangunan IV, mencakup Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Dogiay, Kabupaten Nabire, dan Kabupaten Intan Jaya (Mee Pago). Titik fokus perhatian adalah pengembangan sumber daya manusia secara strategis, pengelolaan sumberdaya alam secara terencana dengan tetap lestari untuk mensejahterakan penduduk setempat, daerah-daerah dalam wilayah pembangunan IV Provinsi Papua dan seluruh wilayah pembangunan di Provinsi Papua secara berkesinambungan dan teratur.

Beberapa ibukota Kabupaten dalam wilayah ini akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pertanian “spesifik lokal” yang dihubungkan dengan kesinambungan bahan pangan konsumsi lokal dan untuk industri kecil.

Perluasan infrastruktur dasar pemerintahan, fisik, sosial, budaya dan ekonomi masih terus  dipertahankan disamping penguatan kelembagaan masyarakat kampung dan organisasi pemerintah (Distrik dan Kabupaten), untuk melestarikan pengembangan perubahan yang terjadi, sebagai akibat dari pembangunan lintas wilayah.

Wilayah pembangunan V meliputi Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Waropen (Saireri).  Prioritas pengembangan adalah jasa-jasa perhubungan laut dan udara antar daerah dalam wilayah sendiri dan lintas wilayah pembangunan di Provinsi Papua. 

Jasa-jasa yang terkait dengan perdagangan, transportasi dan perhotelan disamping kelautan dan pengembangan peluang hidup penduduk asli komunitas kampung , ada dalam seluruh daerah kabupaten pada wilayah pembangunan V Provinsi Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Kesal tak kunjung PAW, warga palang kantor perwakilan KPUD Tolikara

Selanjutnya

Visi Misi LUKMEN : Lanjutkan Papua Bangkit, mandiri dan sejahtera yang berkeadilan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe