Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Larangan membakar lahan sulitkan petani di sini
  • Selasa, 06 Maret 2018 — 17:06
  • 1031x views

Larangan membakar lahan sulitkan petani di sini

Akibatnya ekonomi masyarakat semakin sulit dan pengangguran semakin bertambah
Ilustrasi. Pixabay.com (Creative Common/Jubi)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kuala Pembuang, Jubi- Petani ladang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah kesulitan mengolah lahan pertanian, karena adanya aturan larangan membakar lahan dari pemerintah untuk keperluan apa pun.

"Sulitnya mengolah lahan pertanian itu dialami petani ladang di Kecamatan Seruyan Tengah, Seruyan Hulu dan Suling Tambun," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Seruyan, Sugian Noor, Minggu ( 4/3/2018).

Di sejumlah kecamatan para petani punya lahan di daerah perbukitan yang memiliki tipikal berbeda dengan lahan daerah rawa, di perbukitan lahannya terdiri dari tanaman kayu keras atau tunggul kayu sehingga tidak mudah untuk dibersihkan, dan biaya yang diperlukan untuk membuka lahan sangat mahal.

"Sulitnya mengolah lahan ini berdampak pada penurunan produktivitas pertanian di Seruyan," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah punya kepentingan untuk mendorong produktivitas pertanian serta membantu petani di daerahnya supaya bisa membangun hidup dengan bertani, berladang atau bercocok tanam.

"Karena itu, kita mengusulkan pinjam pakai eskavator kepada Pemprov Kalteng, yang nantinya akan digunakan untuk membantu petani membuka, mengolah dan membersihkan lahan pertanian tanpa membakar," katanya.

Saat ini DKPP hanya memiliki satu unit eskavator mini, bantuan Kementerian Pertanian. Tentu sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan mengolah lahan pertanian yang cukup banyak.

Sementara, Kepala Desa Tusuk Belawan, Kecamatan Seruyan Hulu, Duyanto mengatakan, semenjak adanya larangan membakar lahan, banyak petani ladang yang tidak lagi bertani, karena takut terjerat masalah hukum.

"Akibatnya ekonomi masyarakat semakin sulit dan pengangguran semakin bertambah," katanya.

Menurutnya, larangan membakar lahan harusnya ditetapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi, kemampuan, serta budaya atau kebiasaan masyarakat yang tidak dapat berubah secara spontan mengikuti aturan.

"Kita berharap ada kebijakan dari pemerintah, khususnya larangan membakar lahan yang sampai saat ini belum ada solusinya," katanya.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Jumlah Wisman ke Kalbar turun jauh dari tahun sebelumnya

Selanjutnya

Puluhan ribu bibit ikan mati mendadak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32926x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8971x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6479x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5925x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5636x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe