Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pembangunan Pelabuhan Depapre, Bupati: Menhub tidak konsisten 
  • Rabu, 07 Maret 2018 — 09:55
  • 607x views

Pembangunan Pelabuhan Depapre, Bupati: Menhub tidak konsisten 

"Sudah berkali-kali kita ke pusat untuk membicarakan hal ini. Lebih parahnya lagi sudah ada barang-barang yang harus didrop ke Depapre tetapi malah di tahan di pusat. Kementerian Perhubungan lagi sibuk bangun di tempat lain. Menhub tidak konsisten," ungkap Bupati Mathius Awoitauw, dengan nada kesal, saat ditemui di kantornya, Rabu (7/3/2018).
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, dan Presiden Joko Widodo sedang berdiskusi saat peresmian pelabuhan peti kemas di Depapre, tiga tahun silam - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengaku kesal dengan Kementerian Perhubungan RI yang tidak konsisten soal pembangunan pelabuhan peti kemas di Distrik Depapre. 

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Jayapura ini bahwa proses pembangunan dan komitmen bersama sudah dinyatakan ketika kehadiran Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan pelabuhan peti kemas tersebut.

"Kita sudah berkomitmen, kenapa Kementerian Perhubungan seperti tidak merespon bahkan tidak ada tanda-tanda koordinasi baik di antara kita. Sudah berkali-kali kita ke pusat untuk membicarakan hal ini. Lebih parahnya lagi sudah ada barang-barang yang harus didrop ke Depapre tetapi malah di tahan di pusat. Kementerian Perhubungan lagi sibuk bangun di tempat lain. Menhub tidak konsisten," ungkap Bupati Mathius Awoitauw, dengan nada kesal, saat ditemui di kantornya, Rabu (7/3/2018).

Bupati Awoitauw mengatakan yang membuat konsisten ini Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait. Tetapi hingga saat ini belum direalisasikan dalam pekerjaan. Sejak dari peresmian hingga saat ini sudah berjalan tiga tahun.

“Apakah kita harus menunggu untuk tahun-tahun berikutnya? Kita sangat membutuhkan pelabuhan peti kemas karena menyangkut sistem pelayanan yang luas dari daerah ini. Sudah jelas kehadiran pelabuhan di sini akan sangat membantu perekonomian daerah tetapi juga masyarakat sekitar," jelasnya.

Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Jayapura, Daniel Toto, mengatakan masyarakat adat turut mendorong percepatan proses pembangunan pelabuhan dengan menyampaikan sejumlah aspirasi melalui forum resmi di daerah ini hingga ke pusat.

"Pemerintah juga harus menghargai hak-hak dasar masyarakat adat yang telah memberikan tempat dan lahan untuk kepentingan umum. Kalau sudah ada komitmen pembangunan maka harus dilaksanakan segera. Kalau tinggal lama-lama nanti ceriteranya jadi lain," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tak miliki manfaat, Bupati Jayapura hentikan kerjasama dengan PT Sampoerna

Selanjutnya

Kejar target swasembada daging, 800 ekor sapi harus bunting tahun ini 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat