Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Donggala kekurangan infrastruktur
  • Kamis, 03 November 2016 — 15:36
  • 1963x views

Donggala kekurangan infrastruktur

Meski terkenal sebagai daerah lumbung hasil pertanian, namun pembangunan infrastruktur di Kabupaten Donggala masih sangat minim.
Wilayah Kabupaten Donggala. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Palu, Jubi – Meski terkenal sebagai daerah lumbung hasil pertanian, namun pembangunan infrastruktur di Kabupaten Donggala masih sangat minim. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Muh. Masykur mengatakan, terutama di Kecamatan Banawa Selatan, masih membutuhkan dukungan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan ke kantong produksi.

Kecamatan Banawa Selatan termasuk salah satu daerah penghasil beras di Kabupaten Donggala. Kurang lebih 1.000 hektare lahan sawah ada di wilayah ini dengan produktivitas rata-rata 5 ton per hektare. Menurut dia, tiga desa di kecamatan tersebut yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah yakni Desa Watatu, Lalombi dan Surumana. Hasil dialog dengan Petugas Penjaga Pintu Air (P3A), kata Masykur, dari 1.000 hektare lebih lahan sawah di 12 desa se-Kecamatan Banawa Selatan, 600 hektare di antaranya berada di tiga desa itu.

Anggota Komisi III itu juga menerima sejumlah keluhan dari anggota kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Bersatu. Mereka, kata Masykur, mengeluhkan keberadaan irigasi khususnya irigasi saluran tersier yang saat ini sangat tidak mendukung kegiatan di bidang pertanian.

"Pengakuan Ketua Kelompok Tani Pengko Situru Desa Watatu, Marten bahwa dalam dua bulan tidak ada hujan turun, hasil panen dari 180 hektare sawah tidak akan maksimal," tutur Masykur di Palu, Kamis (3/11/2016).

Bagi Masykur, persoalan irigasi ke depannya, seharusnya dapat direspon cepat oleh pemerintah daerah. Jika itu tidak dilakukan, maka program ketahanan pangan yang sudah dicanangkan pemerintah, baik pusat maupun daerah sulit dicapai.

Alasannya, infrastruktur pendukung utamanya yakni irigasi belum diselesaikan terlebih dahulu. "Saya memberikan saran kepada mereka untuk mendesak penyelesaian masalah mereka itu kepada bupati, termasuk menggunakan keberadaan wakil-wakil rakyat, di semua tingkatan, baik di kabupaten, propinsi maupun di pusat," tambahnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gempa Kendari tidak berpotensi tsunami

Selanjutnya

Makassar bersiap bangun PLTSA

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe