Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Kulon Progo bangun sentra kerajinan tangan seluas 46 hektar
  • Rabu, 07 Maret 2018 — 15:55
  • 1280x views

Kulon Progo bangun sentra kerajinan tangan seluas 46 hektar

pelbagai kerajinan tangan, seperti cenderamata, jam, serat alam, dan kerajinan tangan lainnya akan dikembangkan di kawasan itu. Rencananya, dengan adanya bandara, Kecamatan Sentolo dirancang sebagai tempat istirahat atau rest area.
Ilustrasi .Pixabay.com (Creative Commons) Jubi.
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kulon Progo, Yogyakarta, Jubi - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membangun kawasan industri kecil dan menengah berbasis kerajinan tangan seluas 46 hektare di Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, mengatakan di Kecamatan Sentolo ada tanah seluas 46 hektare yang sudah dibebaskan pihak ketiga.

"Saran dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X bahwa pengembangan industri tidak harus pabrik, tetapi industri kerajinan tangan yang merupakan bagian dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gunung Angpo Desa Banguncipto sudah dikuasai untuk industri," kata Hasto.

Ia mengatakan pelbagai kerajinan tangan, seperti cenderamata, jam, serat alam, dan kerajinan tangan lainnya akan dikembangkan di kawasan itu. Rencananya, dengan adanya bandara, Kecamatan Sentolo dirancang sebagai tempat istirahat atau rest area.

Pemikiran Gubernur DIY, katanya, kawasan industri 46 hektare yang siap digunakan sebagai industri kerajinan tangan bisa digunakan untuk rest area. Kemudian "outer ring road" yang meliputi Jalan Magelang-Godean-Dekso-Sentolo-langsung Bantul (Piyungan)-Prambanan diharapkan mampu mendukung percepatan kawasan industri kerajinan tangan itu.

"Arahan gubernur itu, Sentolo menjadi tempat strategis, salah satunya rest area, (tempat peristirahatan) " katanya.

Kemudian, lanjut Hasto, rest area di Kecamatan Temon tetap dikembangkan dengan menggandeng pihak ketiga bersama Kamar Dagang dan Industri.

"Kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Hal ini untuk mengantisipasi keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkab," katanya.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Media belum saatnya tayangkan iklan kampanye Paslon

Selanjutnya

Imayawa Bandung menjadi tempat pembinaan dan pelatihan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe