Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Izin pengoperasian Trigana Boeing di Yahukimo dipertanyakan
  • Kamis, 03 November 2016 — 16:05
  • 1374x views

Izin pengoperasian Trigana Boeing di Yahukimo dipertanyakan

“(Terbang) hari ini saja karena (pesawat boing itu) ada keperluan operasional,” jawab petugas tiket di bandara Sentani saat ditimpal pertanyaan dari Wirya, seorang pekerja lembaga yang bergerak bersama komunitas masyarakat adat Momuna itu.
Pesawat Boeing milik operator penerbangan Trigana - Dok. Jubi
Yuliana Lantipo
Editor :
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Izin pengoperasian pesawat Trigana berbadan besar “Boeing” di Yahukimo dipertanyakan. Pesawat jenis Boing 737 seri 300 yang mampu mengangkut hingga 125 penumpang itu telah beroperasi, rute Jayapura-Dekai, sejak penerbangan perdananya pada (19/10/2016). Namun, petugas loket pembelian tiket Trigana menapik adanya penerbangan maskapai tersebut.

“Jayapura-Dekai kami terbang dengan ATR. Jadual Boing tidak ada,” ucap singkat Herlina, petugas penjualan tiket Trigana via telepon, Rabu (2/11/2016), menjawab pertanyaan calon pembeli tiket tujuan Dekai. Hal tersebut baru diketahui setelah seorang warga kota Jayapura, Wirya, hendak memesan tiket.

“(Terbang) hari ini saja karena (pesawat boing itu) ada keperluan operasional,” jawab petugas tiket di bandara Sentani saat ditimpal pertanyaan dari Wirya, seorang pekerja lembaga yang bergerak bersama komunitas masyarakat adat Momuna itu.

“Karena dia (petugas) bilang tidak ada jadual terbang atau tiket untuk jenis boing jadi saya tanya kenapa hari ini kerabat saya ke Dekai pakai Boing Trigana. Dan, dia (petugas) jawab begitu, karena ada keperluan operasional,” Wirya menjelaskan saat ditemui Jubi di Waena, Rabu.

Wirya mengaku belum tahu bagaimana kerabatnya bisa menggunakan pesawat tersebut, sementara ia tidak berhasil mendapatkan tiket.

Bertentangan

Pengakuan agen penjualan tiket Trigana bahwa tidak ada pesawat jenis Boeing 737 seri 300 yang beroperasi ke daerah yang dicanangkan menjadi kota logistik itu bertentangan dengan pernyataan pemda Yahukimo. Pada Selasa (17/10), Bupati Abock Busup menyambut dan berbincang bersama kapten Umar B beserta empat pramugarinya di bandara Nop Goliat Dekai. Kemudian kembali ke Jayapura dengan mengangkut penumpang.

Dua hari kemudian, Kamis (19/10), pemerintah mengumumkan, “Pesawat Boing 737 milik Trigana Air sudah masuk kemarin (Kamis), terbang perdana itu... Minggu besok pesawat-pesawat besar juga masuk, dan ATR tetap beroperasi.”

Hal tersebut dialami salah satu calon penumpang tujuan Dekai.

“Saya telpon ke operator Trigana untuk beli tiket pesawat Boing ke Dekai. Saya pesan boeing karena saya baca di berita bahwa Boeing sudah masuk ke sana, dan hari ini juga saya punya saudara pakai Boeing ke Dekai,” kata Wirya kepada Jubi di Waena, Rabu (2/11/2016).

Ia mengaku bingung dengan penjelasan petugas Trigana tersebut.

“Katanya (petugas) tidak ada pesawat boing Trigana yang beroperasi. Jadi tiketnya ya sama seperti dulu, tiket pesawat ATR. Padahal saya pernah baca di media bahwa pesawat itu sudah mulai beroperasi di sana, teman-teman saya juga bilang pesawat itu sudah pulang-balik Dekai,” ucap pria yang bekerja untuk komunitas masyarakat adat Momuna tersebut.

Tidak kantongi izin

John Lani, salah satu warga Yahukimo yang berdomisili di Jayapura menduga maskapai yang menguasai penerbangan di wilayah pegunungan Papua itu melakukan praktik illegal dengan beroperasi ke daerah yang baru dikunjungi Presiden Joko Widodo dengan pesawat kepresidenan-nya, pertengahan bulan lalu.

Ia meminta pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk meninjau kembali operasional maskapai penerbangan Trigana tersebut, terkait flight approval atau izin trayek terbang dari Kementerian Perhubungan.

“Kalau pesawat itu sudah ada flight approvalnya, sah-sah saja dia beroperasi di Dekai. Dan penumpang juga bisa dapat tiket dengan gampang karena mereka pasti perlu supaya laku.

“Tapi, kalau orang Trigana jawab lain padahal pesawat itu sudah beberapa kali ini terbang ke Dekai, saya kira pemerintah harus periksa mereka sudah punya izin trayek atau izin jalur penerbangan atau belum. Bisa saja itu tidak ada izin tapi paksa masuk,”  ujar pria yang lulus dari jurusan ilmu pemerintahan di Jakarta tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembangunan meluas, ruko dan kios pedagang migran makin banyak di Wamena

Selanjutnya

Registrasi online peta wilayah adat Jayawijaya bisa jadi model untuk Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe