Object moved to here.

Object moved

Object moved to here.

BI proyeksi kenaikan harga akan terjadi sepanjang tahun 2018  | BERITA PAPUA
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI proyeksi kenaikan harga akan terjadi sepanjang tahun 2018 
  • Kamis, 08 Maret 2018 — 20:50
  • 801x views

BI proyeksi kenaikan harga akan terjadi sepanjang tahun 2018 

“Rentang inflasi Papua pada triwulan II 2018 diperkirakan berkisar 1,9 persen - 2,4 persen (yoy), lebih tinggi triwulan I 2018 yang berkisar 1,0 persen – 1,5 persen (yoy). Perayaan puasa dan lebaran menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga. Untuk keseluruhan tahun 2018, inflasi Papua diperkirakan mengalami kenaikan dibanding tahun 2017. Kenaikan UMP dan pengaruh base effect menjadi faktor yang dapat memicu inflasi,” ujarnya, usai Diseminasi Kajian Ekonomi dan keuangan Regional (KEKR) Papua, di sebuah hotel di Kota Jayapura, Kamis (8/3/2018).
KEKR yang digelar BI di sebuah hotel di Kota Jayapura - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia  (KPw) Provinsi Papua, Joko Supratikto, mengemukakan perekonomian Papua pada triwulan II 2018 diperkirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan I 2018. 

Menurut Joko, pertumbuhan ekonomi Papua pada periode tersebut diproyeksikan berada di kisaran 5,7 persen - 6,1 persen (yoy), lebih rendah dibanding perkiraan pertumbuhan triwulan I 2018 yang bekisar 6,4 persen - 6,8 persen(yoy). Izin ekspor konsentrat tembaga yang berakhir pada Februari 2018 diperkirakan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja lapangan usaha pertambangan dan ekspor luar negeri.  

Sementara itu, peralihan pemerintahan pasca pilkada berpotensi membuat kinerja lapangan usaha konstruksi, konsumsi pemerintah, dan realisasi investasi tumbuh terbatas.

Di sisi lain, pelaksanaan puasa dan lebaran menjadi faktor penopang perekonomian seiring kenaikan kinerja lapangan usaha perdagangan dan konsumsi masyarakat.

“Untuk keseluruhan tahun 2018, penambahan kuota ekspor, kenaikan UMP, dan rencana eksplorasi tambang secara umum menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.

Secara agregat, perekonomian Papua pada tahun 2018 berpotensi tumbuh lebih tinggi dari tahun 2017. Kenaikan kuota ekspor dan proses negosiasi izin usaha pertambangan akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Papua umum sudah menemui kesepakatan mencapai kisaran 5,78 persen - 6,18 persen (yoy), lebih tinggi dibanding 2017 yang sebesar 4,64 persen (yoy).

Joko juga memperkirakan perekonomian Papua juga tertekan dimana inflasi Papua pada triwulan Il 2018 diperkirakan lebih tinggi dari triwulan I 2018.

“Rentang inflasi Papua pada triwulan II 2018 diperkirakan berkisar 1,9 persen - 2,4 persen (yoy), lebih tinggi triwulan I 2018 yang berkisar 1,0 persen – 1,5 persen (yoy). Perayaan puasa dan lebaran menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga. Untuk keseluruhan tahun 2018, inflasi Papua diperkirakan mengalami kenaikan dibanding tahun 2017. Kenaikan UMP dan pengaruh base effect menjadi faktor yang dapat memicu inflasi,” ujarnya, usai Diseminasi Kajian Ekonomi dan keuangan Regional (KEKR) Papua, di sebuah hotel di Kota Jayapura, Kamis (8/3/2018).

Di sisi lain kebijakan perubahan harga oleh pemerintah yang relatif minimal menjadi faktor yang meredam tekanan inflasi pada tahun 2018.

“Kita akan upaya extraordinary untuk menjaga inflasi ini bisa terjaga, seperti intervensi vortile price dengan kerjasama daerah,” tegasnya. 

Keseluruhan tahun 2018, inflasi Papua diperkirakan mengalami kenaikan dibanding tahun 2017. Perkiraan inflasi Papua pada tahun 2018 berkisar 4,7 persen - 5,2 persen (yoy), naik dari inflasi tahun 2017 yang sebesar 2,1 persen (yoy).

Kenaikan harga, saat ini terjadi cabe rawit dan cabe besar yang dimulai tiga hari yang lalu, dimana harga-harga tersebut telah menunjukkan kenaikan harga mulai dari Rp 80 ribu per Kg, kini sudah mencapai harga Rp 130 ribu/Kg hingga Rp 140 ribu/Kg.

Samiran, penjual sayur keliling, mengaku harga cabai naik karena tidak ada stok.

“Harga cabe besar Rp 60 ribu dari Rp 35 ribu/kg. Harga cabe rawit naik banyak. Sekarang Rp 130 ribu/kg. Yang penting bawa saja biar pembeli yang menilainya,” ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Meski sudah diresmikan, pasar belum digunakan mama-mama Papua

Selanjutnya

Rambutan berlimpah tapi harga tetap mahal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe