Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Lukas Enembe berdialog dengan pedagang pasar dan pasien rumah sakit di Biak
  • Jumat, 09 Maret 2018 — 03:04
  • 1532x views

Lukas Enembe berdialog dengan pedagang pasar dan pasien rumah sakit di Biak

Disana, antusias masyarakat juga tak bisa dibendung, pasalnya semua keluarga pasien dan beberapa pasien memilih keluar dari ruangan untuk bersalaman.
Calon Gubernur Papua Lukas Enembe (batik merah) saat berinteraksi dengan pedagang ikan di Biak - Tim Lukmen.
Admin Jubi
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Calon Gubernur Papua, Lukas Enembe melakukan kampanye tatap muka dengan cara blusukan ke pasar dan mengunjungi pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Biak Numfor.  

Kedatangan calon Gubernur Papua nomor urut 1 ini, langsung disambut berbagai aspirasi dan keluh kesah para pedagang yang sehari-harinya berdagang di Pasar ikan Biak Kota, dan Pasar sentral Faidoma Darfuar Biak.    

"Jadi keinginan pedagang disini khususnya masyarakat nelayan ingin menetap berjualan dilokasi. Mereka tidak ingin pindah meskipun lokasi itu bukan milik mereka. Untuk lokasi memang sudah sangat bagus karena pelabuhan untuk nelayan membawa ikan ke darat sudah dibangun. Namun sekarang yang terpenting adalah bagaimana proses pemasarannya untuk bisa dikirim keluar Papua. Sumber daya ikan sangat bagus disini sehingga tidak saja didistribusikan di Biak tapi keluar dari Biak," kata Lukas Enembe kepada Jubi melalui rilis pers, di Jayapura, Kamis (8/3/2018).

Usai mengunjungi pasar, Enembe selanjutnya mengunjungi pasien di RSUD Biak. Disana, antusias masyarakat juga tak bisa dibendung, pasalnya semua keluarga pasien dan beberapa pasien memilih keluar dari ruangan untuk bersalaman.

Ruangan yang dikunjungi diantaranya ruang rawat inap wanita, ruang bedah, dan ruang rawat inap anak. Disana, Enembe juga melakukan interaksi dengan masyarakat yang kebanyakan menyampaikan keluh kesahnya.

Misalnya saja masalah obat-obatan yang harus dibeli oleh pasien. Bahkan ketersediaan darah dan obat-obatan di rumah sakit yang sangat minim. Kemudian masalah gaji cleaning service rumah sakit yang dibawah UMP sehingga dinilai tidak adil.

"Masalah yang dihadapi RSUD Biak pada dasarnya juga terjadi di seluruh rumah sakit di Papua bahkan Indonesia. Untuk itu, dalam rangka menangani masalah-masalah pelayanan kesehatan, pihaknya sudah membuat Kartu Papua Sehat (KPS) untuk orang asli Papua," ujarnya.

"KPS berbeda dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). KPS itu adalah program Lukas Enembe-Klemen Tinal (LUKMEN), sedangkan KIP adalah program Presiden Joko Widodo. Pada umumnya kedua kartu itu bagus untuk membantu meringankan beban masyarakat," sambungnya.

Dirinya juga mengakui, permasalahan yang dihadapi Kabupaten Biak hampir sama dengan yang dialami daerah lain. Dengan fiskal yang masih rendah yang berujung kepada tidak mampunya membiayai kebutuhan.

Bahkan, lanjutnya, Kabupaten Biak Numfor salah satu daerah yang tidak besar potensi pendapatan daerahnya dan hanya bergantung kepada DAU dan dana Otsus.

"Dana Otsus Biak hanya Rp100 miliar tapi tidak cukup. Dan orang selalu bilang dana Otsus itu besar tapi sesungguhnya kecil karena dibagi ke pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi. Untuk itu, saya berharap orang yang bekerja di rumah sakit baik itu tenaga medis maupun cleaning service bisa mendapatkan gaji yang layak," kata Enembe.

Melihat permasalahan ini, Enembe katakan Pemerintah Kabupaten Biak sudah seharusnya melihat, meskipun memiliki APBD yang cukup dan jumlah pegawai yang mencapai 40 ribu lebih.

"60 persen dana dari APBD Biak itu pasti habis untuk belanja pegawai sementara pendapatan asli daearahnya tidak ada. Oleh karena itu, siapapun nanti yang menjadi bupati harus hati-hati kelola dana," ujarnya.

Dalam kampanye tatap muka di Biak, Lukas Enembe didampingi Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II Mathius Awoitauw, Ketua Tim Kampanye LUKMEN Yunus Wonda, dan Calon Bupati Biak Numfor, Nichodemus Ronsumbre.  

Kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe - Klemen Tinal, atau yang akrab dikenal "LUKMEN" memasuki wilayah Saireri dibagi menjadi dua bagian.

Dimana calon Gubernur Papua, Lukas Enembe melakukan kampanye di Biak Numfor dan Supriori. Sedangkan Calon Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal melakukan kampanye di Kepulauan Yapen dan Waropen.

Kedatangan Lukas Enembe, disambut ratusan kader dan simpatisan dari Partai Koalisi Papua Bangkit Jilid II tingkat Kabupaten Biak Numfor, ditambah masyarakat umum yang sudah memadati Bandara Frans Kaisepo sejak pagi.

"Dari Gubernur ke Gubernur. Dari Bupati ke Bupati. Kami tidak pernah dilihat disini. Terimakasih kepada Tuhan karena hari ini Bapak Lukas Enembe bisa hadir disini untuk melihat kami dengan kondisi seperti ini," kata seorang mama-mama Papua yang berjualan di pasar. (*)

loading...

Sebelumnya

FPPMKJ desak Uncen cabut gelar akademik calon gubernur Papua

Selanjutnya

Potensi konflik Pilgub lebih besar ketimbang Pilkada Jayawijaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6210x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5787x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3959x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe