TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Pemda Yahukimo kembali bangun rumah dan lapter untuk Korowai
  • Jumat, 09 Maret 2018 — 07:41
  • 848x views

Pemda Yahukimo kembali bangun rumah dan lapter untuk Korowai

Dengan adanya fasilitas pendukung ini, kita harap guru-guru dan tenaga kesehatan yang kita tugaskan bisa tinggal dan menjalankan tugasnya,” harapnya.
Bupati Yahukimo Abock Busup saat kunjungannya di kampung Brukmakot, distrik Seredala. Wilayah ini didiami masyarakat Korowai yang berbatasan dengan lima kabupaten lain. – Diskominfo Yahukimo untuk Jubi.
Yuliana Lantipo
[email protected]
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Yahukimo, Jubi – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Yahukimo kembali akan membangun rumah-rumah untuk guru dan tenaga medis di dua kampung masyarakat Korowai: kampung Yapit dan kampung Brukmakot, yang termasuk dalam distrik Seredala, dalam tahun ini.

Tahun lalu, Pemda telah membangun 6 rumah dan sekolah, untuk memberikan fasilitas penunjang bagi pengajar dan tenaga medis yang ditempatkan di kedua kampung tersebut. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Abock Busup, Selasa (6/3/2018), usai kembali dari kunjungan kerja yang kedua kalinya ke kampung Brukmakot dan kampung Yapit, Senin (5/3/2018), atas laporan masyarakat yang mengeluhkan ketiadaan guru dan tenaga kesehatan.

“Hari Senin kemarin, saya datang langsung untuk lihat apakah guru dan tenaga kesehatan yang ditugaskan oleh pemerintah Yahukimo ada ditempat dan melaksanakan tugas atau tidak,” kata Abock Busup via seluler kepada Jubi di Jayapura, Selasa (6/3/2018).

Abock mengatakan, setelah kunjungannya tersebut, kondisi lapangan memang terlihat seperti laporan warga. “Tidak ada guru, begitu juga tenaga medis,” ucapnya.

Menurut Bupati, masalah ketiadaan guru dan tenaga kesehatan di kedua kampung tersebut disebabkan belum adanya fasilitas penunjang berupa tempat tinggal atau rumah. Hal tersebut telah disadari pemerintah dan telah dilakukan pembangunan rumah sejak tahun 2017.

“Tahun lalu, kami sudah bangun 6 rumah dan 1 sekolah di kampung Yapit. Dan, untuk kampung Brukmakot, kita baru akan bangun 6 rumah dalam tahun ini. Semua anggaran dari dana otonomi khusus. Dengan adanya fasilitas pendukung ini, kita harap guru-guru dan tenaga kesehatan yang kita tugaskan bisa tinggal dan menjalankan tugasnya,” jelasnya.

Bandara perintis

Kunjungan kerja Bupati Abock Busup yang didampingi kepala bidang dinas Sosial tersebut juga sekaligus melakukan peninjauan lokasi untuk pembangunan lapangan perintis dan gudangnya.

Menurutnya, dengan menghadirkan bandara perintis, pelayanan ke kampung-kampung yang jauh dari ibu kota kabupaten ini dapat berjalan lebih cepat. Pasalnya, dengan menggunakan jalur darat, membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya tinggi.

“Jadi, kunjungan kemarin itu juga untuk lihat lokasi pembangunannya (rumah) dan bandara perintis, juga gudangnya. Kami akan memberikan subsidi untuk kesana,” kata Abock.

Menggunakan jalur darat dengan kendaraan roda empat, dari distrik Seredala ke kampung Yapit membutuhkan 4 jam. Sementara dari Seredala ke kampung Brukmakot membutuhkan waktu hingga 7 jam.

Pengucapan syukur

Masyarakat kampung Yapit, yang telah memiliki bantuan rumah dan sekolah tersebut menyatakan baru akan membolehkan penggunaan fasilitas tersebut setelah mendoakannya.

“Mereka bilang, harus berdoa rumah itu dulu, sekolah juga, baru bisa peresmian. Mereka akan infokan ke pemerintah. Tapi targetnya memang dalam tahun ini sudah harus digunakan supaya pelayanan pendidikan dan kesehatan bisa berjalan,” kata Abock.

Secara terpisah, Kepala Kampung Yapit, Daud kepada Bupati, menyebutkan, selama ini kampungnya memiliki tiga orang guru, “dua orang pendatang dan satu orang Papua berasal dari Wamena. Mereka ditugaskan dari Baliem Centre,” katanya. Namun, ketiga guru tersebut telah kembali ke kota asal masing-masing.

Kepala kampung itu bilang, “Saya harap guru kami bisa kembali,” kata Abock mengulang harapan Daud.

Masyarakat kampung Yapit, yang berada di wilayah yang berbatasan dengan lima kabupaten lain tersebut, juga meminta ada perhatian dari daerah-daerah tersebut.

“Jangan pemerintah Yahukimo saja yang perhatikan kami. Kalau bisa itu kami berharap 5 kabupaten lain juga ikut lihat, karena letak keberadaan kami disini ada di perbatasan Bovendigoel, Asmat, Mappi, Pengunungan Bintang dan Yahukimo. Jadi, untuk pembangunan dari Yahukimo kita ucapkan terima kasih,” kata Daud.

Menurutnya, kampung Yapit ada di Distrik Korowai, yang sekarang di perbincangkan oleh Indonesia dari sisi kesehatan dan pendidikan bahkan pembagunan, tapi  nampaknya yang terjadi di kampung tersebut hanya adanya perhatian dari Yahukimo, maka butuh perhatian serius dari daerah lain. (*)

loading...

Sebelumnya

Kota Jayapura krisis air, danau Sentani jadi pilihan

Selanjutnya

Menanti realisasi subsidi penerbangan perintis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Mamta |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 3066x views
Otonomi |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 2927x views
Pilkada Papua |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2495x views
Anim Ha |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2401x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat