Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Relokasi pedagang ke pasar Pharaa harus kongkrit
  • Jumat, 09 Maret 2018 — 11:39
  • 539x views

Relokasi pedagang ke pasar Pharaa harus kongkrit

Relokasi berlaku bagi para pedagang yang selama ini berjualan secara ilegal di pertigaan jalan, seperti jalan sosial, kawasan pojok dan bekas pasar lama Sentani.
Aktifitas pedagang dan pembeli di pasar Pharaa Sentani. Jubi / Engel Wally.
Engelbert Wally
engellenny2509[email protected]
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura, Edison Awoitauw, mengatakan upaya pemerintah daerah merelokasi para pedagang ke pasar Pharaa harus kongrit. 

Relokasi berlaku bagi para pedagang yang selama ini berjualan secara ilegal di pertigaan jalan, seperti jalan sosial, kawasan pojok dan bekas pasar lama Sentani.

“Pemindahan harus kongkrit, harus ada tempat jual bagi mereka di pasar Pharaa,”kata  Edison saat ditemui di ruang kerjanya. Jumat ( 9/3/2018).

Ia menilai pemindahan pedagang itu sah sebagai kebijakan pemerintah untuk menata kembali Kota Sentani. "Untuk kepentingan yang besar, yang penting mereka juga mendapat tempat jualan," ujar Edisosn menambahkan.

Menurut dia, penataan dan pembangunan pasar Pharaa harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan awal. Selain itu gedung yang ditempati harus terbuka, jangan ada sekat-sekat atau sengaja dibuat ruangan di dalam pasar.

Edison juga melarang ada hunian dan tempat tinggal di dalam pasar. “Semua pedagang setelah selesai menjual semuanya harus pulang ke rumah masing-masing," kata Edison, menejelaskan.

Kepala UPTD Pasar Pharaa, Daniel Sokoy, mengatakan bangunan pasar yang ada sekat dindingnya hanya untuk pedagang kelontongan. “Dan itu hanya satu kawasan saja, sementara yang lain bangunannya tetap terbuka tanpa sekat,” kata Daniel.

Ia memastikan tidak memberikan bangunan tanpa ruangan ke pedagang kelontongan, karena para pedagang kelontong punya dagangan banyak yang tak mungkin dibawa pulang ke rumah.

“Sedangkan soal hunian atau pedagang yang tinggal menetap di pasar sudah tidak ada lagi sejak pasar baru ini dibangun," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pedagang di pasar Pharaa belum sadar buang sampah pada tempatnya

Selanjutnya

Pembangunan dermaga Yahim, DPRD Kabupaten Jayapura akan surati Pemprov

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32926x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8971x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6479x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5926x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5636x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe