Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Bantuan KLB, DPRD Asmat akan panggil pemerintah daerah
  • Jumat, 09 Maret 2018 — 12:21
  • 610x views

Bantuan KLB, DPRD Asmat akan panggil pemerintah daerah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asmat akan mengundang pemerintah setempat untuk dimintai keterangan terkait penyaluran bantuan dari berbagai pihak saat kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk.
Kantor DPRD Kabupaten Asmat – Jubi/Frans L Kobun
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Asmat, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asmat akan mengundang pemerintah setempat untuk dimintai keterangan terkait penyaluran bantuan dari berbagai pihak saat kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk.

“Kami ingin tahu sejauhmana distribusi bantuan yang telah dilakukan pemerintah kepada masyarakat. Karena dari informasi diterima, banyak bantuan masih menumpuk di gudang salah satu dinas,” ujar  Wakil Ketua DPRD Kabuapten Asmat, Brent Jensenem, kepada Jubi Jumat (09/03/2018).

Selain bantuan dalam bentuk barang yang masih menumpuk, dewan juga akan menanyakan dana  dari para donator dan dimasukan ke rekening siapa. “Itu yang harus diketahui oleh dewan, agar ketika ditanyakan masyarakat jelas,” kata Jensenem, menambahkan.

Ia menjelaskan Bupati Asmat, Elisa Kambu, telah mencabut KLB  campak dan gizi buruk pada 12 Februari 2018 lalu, namun bantuan yang diberikan dalam bentuk uang maupun barang, harus dijelaskan secara transparan.

Jensenem memastikan dewan tidak bermaksud mencari kesalahan, tetapi ingin agar pemerintah lebih tepat memberikan penjelasan tentang bantuan dimaksud.

“Kami telah mengagendakan pertemuan tersebut dan dalam beberapa hari ke depan. Semestinya hearing sudah dilakukan, hanya saja berbagai kesibukan,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asmat, M Nokir Sandadua, mengaku saat ini masih terdapat beberapa anak penderita gizi buruk yang dirawat. “Sedangkan campak tidak ada lagi,” kata Nokir Sandadua.

Ia menjamin layanan tak hanya penderita, tapi juga keluargan penderita mendapat makanan rutin setiap hari selama berada di rumah sakit. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga kampung Suator, Kabupaten Asmat menderita kusta

Selanjutnya

DPRD Asmat : Masyarakat perlu pendampingan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe