Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. DPRD Asmat : Masyarakat perlu pendampingan
  • Jumat, 09 Maret 2018 — 12:36
  • 801x views

DPRD Asmat : Masyarakat perlu pendampingan

Gagasan itu muncul di tengah upaya relokasi yang hendak dilakukan pemerintah pusat.
Perumahan masyarakat di Kampung Aswet, Disttrik Agats, Kabupaten Asmat – Jubi/Frans L Kobun
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Asmat, Jubi – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asmat, Brent Jensenem, menyebutkan warga kabupaten Asmat yang tertimpa musibah gizi buruk dan kelaparan perlu pendampingan. Gagasan itu muncul di tengah upaya relokasi yang hendak dilakukan pemerintah pusat.

“Saya mendukung kebijakan Presiden RI, Joko Widodo untuk relokasi masyarakat Asmat. Hanya saja akan lebih baik tak direlokasi tetapi pendampingan secara kontinyu,” ujar Jensenem, kepada Jubi Jumat (09/03/2018).

Ia menilai masyarakat tak mungkin meninggalkan kampung halaman mereka. “Karena dari lahir hingga dewasa, menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar,” kata Jensenem, menjelaskan.

Meski ia mengakui relaokasi sangat tepat dari sisi kesehatan. Namun secara mental sangat tidak mungkin. Jensenem mencontohkan sebagian orang tua yang membawa anaknya ke kota untuk perawatan akibat gizi buruk dan campak, justru ingin cepat pulang kampung karena tidak betah tinggal di kota.

Jensenem khawatir jika direlokasi ke tempat lain akan pulang ke kampung halaman sendiri . “Ya, satu atau dua hari pertama mereka tinggal. Tetapi setelah itu kembali lagi” katanya.

Seorang warga di Kampung Aswet, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Martinus Onampu, menyatakan tak akan pindah ke tempat lain dari tanah tempat kelahirannya.

“Saya jamin masyarakat Asmat tak mungkin setuju untuk direlokasi ke tempat lain. Karena mereka di sini juga memiliki dusun masing-masing,” ujar Onampu.(*)

loading...

Sebelumnya

Bantuan KLB, DPRD Asmat akan panggil pemerintah daerah

Selanjutnya

Sampan, sungai dan sagu, kehidupan masyarakat Asmat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6044x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5686x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3718x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe