Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Rilis Pers
  3. Rilis pers : AMP tolak MoU dan dukung perlawanan mahasiswa Uncen
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 05:29
  • 980x views

Rilis pers : AMP tolak MoU dan dukung perlawanan mahasiswa Uncen

Informasi yang diterima mahasiswa, MoU antara Rektor Uncen dan Polda Papua yang isinya menjaga kenyamanan didalam kampus, itu dilakukan secara diam-diam sehingga mahasiswa baru tahu setelah penandatanganan.
Ilustrasi - IST
Admin Jubi
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Salam Pembebasan!

Amologo, Nimao, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainyambe, Nayaklak. Wa.. wa.. wa.. wa..wa..

Mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua dikagetkan setelah penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Polda Papua, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar bersama Rektor Universitas Cendrawasih, Dr. Ir. Apollo Safanso, ST. MT, yang telah disepakati pada Rabu, 7 Maret 2018.

MoU ini dinilai sepihak karena tidak melibatkan Mahasiswa dalam proses kesepakatan tersebut. Informasi yang diterima mahasiswa, MoU antara Rektor Uncen dan Polda Papua yang isinya menjaga kenyamanan didalam kampus, itu dilakukan secara diam-diam sehingga mahasiswa baru tahu setelah penandatanganan.

Pada prinsipnya MoU bersama Polda Papua dan Rektor Uncen telah disepakati; dan tentu itu akan menjadi landasan legal untuk Militer, khususnya Polisi masuk kampus. Sehingga secara tidak langsung telah mengancam ruang otomoni kampus dengan adanya tindakan intervensi tersebut, dimana institusi kepolisian adalah alat represi Negara: pelaku pemberangusan ruang demokrasi dan palaku pelanggar HAM di tanah Papua Barat.

Sehingga, atas realita matinya kebebasan berfikir, berekspresi dan berpendapat di tengah keberadaan sosial rakyat Papua yang sedang diberadapkan dengan persoalan yang sangat kompleks, saat ini, MoU tersebut mengancam keinginan Mahasiswa untuk bersuara, mempertahankan pendapatnya, berdiskusi, berfikir kritis, mengkritik dan turun aksi ke jalan. Eksistensi fungsi almamater dan tri dharma di Univesitas Cendrawasih Papua terancam mati terkubur.

Sehingga Aliansi Mahasiswa Papua menyatakan sikap:

  1. Apapun alasannya, Cabut kesepakatan MoU antara Polda Papua dan Rektor Universitas Cendrawasih;
  2. Menolak Intervensi Polisi dalam kampus;
  3. Mendukung aksi pemolakan MoU oleh Mahasiswa Uncen;

Demikian pernyataan ini kami buat, atas perjuangan Mahasiswa untuk mempertahankan eksistensinya ditengah rakyat tertindas, bangsa Papua Barat, hormat diberi. Salam Perjuangan.

Medan Juang, 11 Maret 2018

Jhon Gobai

Ketua Umum AMP

loading...

Sebelumnya

Selanjutnya

Komnas HAM: Negara wajib penuhi hak pilih masyarakat adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat