Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Indonesia seriusi industri pertahanan siber
  • Kamis, 03 November 2016 — 18:31
  • 2200x views

Indonesia seriusi industri pertahanan siber

Pengamat pertahanan menyambut baik rencana Indonesia mulai serius membangun industri pertahanan siber dalam negeri.
Ilustrasi. Industri senjata Pindad kembangkan pertahanan siber. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi – Pengamat pertahanan menyambut baik rencana Indonesia mulai serius membangun industri pertahanan siber dalam negeri. Rencananya, PT Pindad dalam waktu dekat akan memproduksi alat tersebut.

Pakar keamanan siber, Pratama Persadha mengatakan hal itu akan melengkapi alat keamanan siber karya anak bangsa yang sudah ada sejak lebih dahulu.

Pratama menyambut baik rencana PT Pindad yang selama ini populer sebagai produsen senjata, mulai masuk ke alat pertahanan siber. "Memang kini tren pertahanan siber sudah sangat disadari oleh sebagian besar negara, tidak terkecuali Indonesia," katanya di sela pameran teknologi keamanan dan pertahanan Indo Defence 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Pratama mengemukakan hal itu ketika merespons keseriusan PT Pindad memproduksi peralatan pertahanan siber. Bahkan, PT Pindah sudah mendirikan sebuah anak perusahaan untuk melakukan riset sampai tahap produksi alat tersebut. Pindad melihat potensi persenjataan yang dilengkapi teknologi digital akan sangat dibutuhkan beberapa tahun mendatang.

Di Tanah Air sendiri, meski Badan Cyber Nasional (BCN) belum terealisasi, semangat membangun alat pertahanan siber oleh industri sudah tampak. "Bila memang nanti progresnya bagus, saya rasa pemerintah harus serius mendorong perkembangan industri pertahanan siber dalam negeri. Ini penting, selain untuk membuka lapangan kerja, kemandirian ini akan melepaskan kita dari ketergantungan pada teknologi asing," katanya.

Ia berharap pemerintah bisa melihat hal itu sebagai salah satu peluang, mulai dari pembentukan sumber daya manusia (SDM) sampai pendampingan pada industri terkait. Apalagi, pada tahun 2015 ada sebanyak 48,8 juta laporan serangan siber di Tanah Air.

Dalam ajang Indo Defence 2016 kali ini, selain PT Pindad, industri lokal yang mengembangkan alat keamanan siber adalah PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK). "ICK sendiri sudah cukup lama dikenal sebagai produsen alat antisadap, bahkan sudah mempunyai cabang di Singapura, Thailand, dan Vietnam," kata Pratama. (*)

loading...

#

Sebelumnya

Pemerintah berkomitmen kurangi sampah plastik di laut

Selanjutnya

Susi harap Indonesia jaga prinsip Islam moderat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4806x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4195x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3705x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3411x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3290x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe