Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Mahasiswa pegunungan tengah mendesak Pilkada Papau damai
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 14:56
  • 859x views

Mahasiswa pegunungan tengah mendesak Pilkada Papau damai

Para intelektual asal pegunungan tengah itu minta agar Pilkada dilakukan dengan meminimalisir potensi konflik.
Deklarasi Pilkada Damai Papuadi halaman kantor Gubernur Papua di Jayapura (Jub/Mawel)
Benny Mawel
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (AMPTPI) mendesak semua pihak agar menjalankan pemilihan kepala daerah di Papua secara damai. Para intelektual asal pegunungan tengah itu minta agar Pilkada dilakukan dengan meminimalisir potensi konflik.

"Termasuk sikap tim sukses, relawan tidak memanas-manasih situasi," ujar  Sekretaris Jenderal AMPTPI, Yanuarius Lagowan, kepada Jubi di Jayapura,  Minggu (10/3/2018).

AMPTPI menyebut sikap netral dari semua pihak  seperti  komisi pemilihan umum, badan pengawas Pemilu dan aparat keamanan sangat diperlukan sebagai  upaya meminimalisir konflik. 

Menurut dia, sejumlah pengalaman membuktikan konflik Pilkada di Papua karena pasangan calon yang tidak menerima kekalahan sehingga memprovokasi pendukung dan memunculkan konflik.

Mahasiswa minta kepada para konstestan, tim sukses, Relawan, pendukung serta simpatisan tidak saling menjelek-jelekan lawan melalui media sosial maupun kampanye-kampanye terbuka.

“Aparat keamanan baik itu Polisi maupun TNI juga tidak main sistem komando atau terlibat dalam politik praktis,” kata Lagowan menambahkan.

Ia mencatat sejumlah konflik Pilkada pernah terjadi saat Pilkada Kabupaten Intan Jaya yang berakhir dengan Konflik, tidak hanya menewaskan 3 Orang tetapi juga pembakaran kantor Pemerintahan. Selain itu Pilkada Kabupten Tolikara yang menewaskan 11 orang dan berakhir dengan pengerusakan kantor Kementerian dalam Negeri di Jakarta.

"Kasus itu pengalaman yang meninggalkan citra buruk bagi Papua sebagai daerah Rawan Konflik PILKADA,"katanya.

Wakil kepala kepolisian daerah (Wakapolda) Papua, Brigjen Yakobus Marjuki, mengatakan telah melakukan pendekatan  damai dalam pengamanan Pilkada di Papua, termasuk penggunaan senjata api yang hanya dilakukan jika terpaksa.

“Penggunaan senjata oleh aparat hanya solusi terakhir kalau tidak memungkinkan pendekatan komunikatif,” kata Marjuki dalam sambutan deklarasi pemilu damai di Halaman kantor Gubernur Papua, bulan lalu.(*)

loading...

Sebelumnya

Gugatan Lukmen soal dugaan ijazah palsu JWW ditolak

Selanjutnya

Kampanye perdana Lukmen di Nabire dinilai tidak melanggar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2737x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2558x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1475x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1265x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe