Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. LSM ingatkan publik terhadap pengrusakan hutan di Papua
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 15:36
  • 490x views

LSM ingatkan publik terhadap pengrusakan hutan di Papua

Pengrusakan itu sengaja dilakukan untuk kepentingan perusahaan dan kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan keseimbangan dan masa depan rakyat Papua.
Sejumlah aktivis lingkugan saat jumpa pers di kantor YPMD di Kota Jayapura – Jubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Lembaga Swadaya Masyarakat Foker, mengingatkan publik terhadap pengrusakan hutan dan alam di Papua. Pengrusakan itu sengaja dilakukan untuk kepentingan perusahaan dan kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan keseimbangan dan masa depan rakyat Papua.

“Pengelolaan hutan dan tambang di papua tidak begitu berjalan praktis dan bertentangan hukum yang sulit diatasi antara Jakarta dengan Papua”  kata aktivis, LSM Foker, Abner Mansai, Jumat (9/3/2018).

Ia menyebutkan kehadiran perusahaan kayu yang banyak melakukan illegal logging di Kota dan Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Keerom dilakukan oleh perusahaan besar.

Penebangan kayu secara ilegal yang kemudian menjual ke luar daerah membuktikan produk hukum saling bertentangan dan tak sesuai dengan implementasi di lapangan .

“Pada saat yang sama sektor hutan dan lingkungan diatur oleh undang- undang nasional. Seperti undang-undang nomor 21 tentang hutan lestari bertentangan dengan undang-undang nomor 40 tentang hutan,” kata Mansai menjelaskan.

Ia menuding pemerintah pusat punya peran yang lebih besar menggambil alih dan mengatur hutan di Papua tidak begitu jelas.

Aktivis Walhi Papua, Deni Yomaki  menilai pengrusakan lingkungan dilakukan dengan cara menipu masyarakat adat. “Itu dilakukan oleh perusahaan besar  yang beroperasi di Papua tanpa izin yang jelas,” kata Yomaki.

Menurut dia banyak perusahaan yang hanya barter dengan makanan dan jumlah uang sedikit untuk satu kayu dan dijual dengan harga jauh lebih mahal ke luar Papua. “Dan banyak juga memakai truk yang tidak memakai plat nomor untuk mengangkut kayu keluar dari kampung ke kota,” kata Yomaki menjelaskan.

Jika tidak dihentikan, aktivitas penebangan hutan di Papua akan mengganggu perputaran alam Papua. “Ini akan menjadi semakin liar. Padahal ilegal loging bukan hanya sebagai kejahatan lingkungan tetapi juga terhadap manusia,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Usulan anggaran pembangunan distrik Heram mencapai Rp 22,3 miliar

Selanjutnya

STIKOM dan U.S Embarssy Jakarta gelar pelatihan jurnalistik berbasis gender

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe