TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Tak didukung Pemerintah, Erthyn Wene Lanny harumkan nama Papua
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 21:19
  • 2465x views

Tak didukung Pemerintah, Erthyn Wene Lanny harumkan nama Papua

Kemenangan ini dipersembahkan untuk tanah Papua, kendati sejak awal perjuangannya melalui kompetisi di tingkat kabupaten hingga provinsi dan nasional di Jakarta, menggunakan dana sendiri.
Margaretha Erthyn Wene Lanny, peraih juara III Model Kids Indonesia - Jubi/Bonny Lanny.
Agus Pabika
[email protected]
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi –Margaretha Erthyn Wene Lanny yang mewakili Provinsi Papua berhasil meraih Juara III se-Indonesia pada perlombaan Model Indonesia Kategori Cover Kids 2018, yang berlangsung di Pusat Perbelanjaan Epiwalk Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (3/3/2018) lalu.

Perlombaan model cilik tersebut diikuti 60 peserta, yang sebelumnya mengikuti seleksi di Provinsinya masing - masing. Margaretha Erthyn Wene Lanny memang memiliki bakat alami, terlihat percaya diri dalam bergaya, layaknya model. Hal inilah yang mendorong orang tua dari Wene tidak menyia-nyiakan karunia Tuhan.

Bermodal semangat dan talenta putri kecilnya itu, orang tua Wene pun mengikutsertakannya dalam lomba model cilik tingkat Kabupaten Puncak, Papua dan mendapat juara satu, hingga akhirnya berhasil lolos ikut dalam lomba model se-Indonesia dan berhasil mengalahkan 58 kontestan cilik lainnya.

"Margaretha Erthyn Wene Lanny saat itu kami lihat memiliki bakat alami suka dance (menari), bernyanyi, dan dia orangnya percaya diri saat bergaya. Melihat ini maka kami sebagai orang tua berusaha mendorong bakat alaminya ini, untuk tampil dalam lomba dan dia berhasil juara 1 di  Kabupaten Puncak, selanjutnya ikut audisi di Provinsi dapat juara, sehingga berhasil mendapat tiket grand final di Jakarta. Dan anak kami berhasil meraih juara III Model Indonesia Kategori Cover Kids Indonesia," ujar Bonny Lanny Ayah dari Margaretha Erthyn Wene Lanny, Minggu (11/3/2018).

Ia mengatakan, kemenangan ini dipersembahkan untuk tanah Papua, kendati sejak awal perjuangannya melalui kompetisi di tingkat kabupaten hingga provinsi dan nasional di Jakarta, menggunakan dana sendiri.

"Disana mereka tidak menyebut nama kampung atau daerah kami, tetapi Papua yang disebut, sehingga dengan bangga penghargaan ini kami persembahkan untuk tanah Papua. Kami mau beri ke Provinsi, tapi mereka tidak ada membantu, jadinya piala ini kami taruh di rumah saja," ujarnya.

Bonny Lanny menyayangkan, hingga kini pemerintah terkesan tidak peduli, padahal banyak sekali anak-anak Papua yang memiliki potensi dan bakat seperti anaknya, di Papua.

"Sampai saat ini belum melihat ke arah sana (model atau fesyen). Mungkin pemda utamakan bidang-bidang lain, tetapi pemda juga harusnya melihat di sini juga, karena mereka tidak perhatian sama sekali dan itu kami alami. Kami sudah buat beberapa proposal untuk minta dukungan ke Pemda dan Pemprov, tapi belum terjawab sampai saat ini untuk mendukung, padahal yang dibanggakan di sana (Jakarta) adalah Papua," ujarnya.

Lanny mengaku, yang menjadi keunggulan anak-anak Papua saat lomba adalah keunikan anatomi Papua, dengan kulit berwarna hitam dan rambut juga rambut yang keriting.

"Yang sangat menarik buat ikut lomba di sana itu berbeda-beda dari teman-teman yang di sana, apalagi dia ini tampilnya istilahnya tidak terlalu mencolok (modenya) dan lebih alami dengan warna kulitnya itu, menjadi menarik di antara mereka yang lain. Semua puji dia (Erthyn), karena dia sendiri yang hitam. Itu menjadi unik disana, begitu yang juri paling suka, yang unik dan itu keunggulan kami orang Papua. Tapi sayangnya, Pemda tidak melihat peluang ini," ujarnya.

Dari hasil ini, Bonny yang juga salah satu musisi dari wilayah pegunungan Papua mengakui, bahwa anaknya sudah ditawarkan untuk terjun ke dunia hiburan, baik foto model dan seni peran untuk menjadi artis cilik, oleh beberapa stasiun televisi swasta nasional.

"Ini sebenarnya menjadi jembatan untuk menjadi artis bagi kami anak - anak Papua. Jadi kita sebenarnya bisa jadi artis dan ini peluang orang Papua bisa menjadi pemain film," bebernya.

Bonny berharap, para orang tua di Papua agar tidak membatasi talenta alami anak - anak, tetapi dikembangkan sesuai kemauannya. Dikarenakan setiap tahun ada audisi. Ia berharap Pemda juga dapat memperhatikan hal ini.

Terpisah, Thedy Pekei Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua menyampaikan selamat kepada Wene, yang dapat memenangkan kompetisi tingkat nasional itu. Ia mengaku bangga, dan berharap pengembangan anak-anak muda Papua semacam ini, mendapat dukungan dari Pemda setempat dan Pemprov.

"Dukung dan tuntun mereka dalam berprestasi ketika mereka mengembangkan bakatnya, karena mereka aset Papua kedepan," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Papua masuk di jalur Megathrust

Selanjutnya

Lokataru: Freeport langgar UU sistem jaminan sosial nasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat