Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. KLB di Asmat karena layanan kesehatan tak maksimal
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 21:24
  • 862x views

KLB di Asmat karena layanan kesehatan tak maksimal

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asmat, Brent Jensenem, menyoroti pelayanan kesehatan oleh tenaga medis baik di tingkat puskesmas pembantu (pustu) maupun pusksmas yang dinilainya tidak maksimal dan memicu terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak maupun demam berdarah pada Januari 2018 lalu.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Asmat- Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Asmat, Jubi - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asmat, Brent Jensenem, menyoroti pelayanan kesehatan oleh tenaga medis baik di tingkat puskesmas pembantu (pustu) maupun pusksmas yang dinilainya tidak maksimal dan memicu terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak maupun demam berdarah pada Januari 2018 lalu.

Hal itu disampaikan Brent kepada Jubi, Sabtu (10/3/2018).

Dikatakan, umumnya anak-anak yang mengalami campak maupun gizi buruk adalah mereka yang tinggal di wilayah pantai. Sementara, kalau dilihat, cadangan makanan mereka selalu ada. Misalnya, ada ikan, daging, dan sagu.

“Jadi, bagi saya bukan masyarakat setempat kekurangan makanan untuk memberikan kepada anaknya. Tetapi perhatian pelayanan kesehatan dari tenaga medis tidak berjalan maksimal,” tegasnya.

Brent mengakui jika pola hidup masyarakat masih minim. Namun, bukan hanya terjadi di Kabupaten Asmat, tetapi daerah lain juga demikian, sehingga kelihatan kondisi tubuh dari anak-anak menjadi kurus.

“Bagi saya, kalau kekurangan makan, bukan menjadi penyebab utama. Karena umumnya masyarakat memiliki sumber alam yang sangat memadai seperti sagu, ikan, maupun daging,” katanya.

Dia minta pelayanan kesehatan lebih ditingkatkan. Tenaga medis harus rutin melakukan kunjungan ke kampung-kampung, sehingga dapat melakukan penyuluhan serta pelayanan.

Terpisah, Kepala Kampung Aswet, Distrik Agats, Yulianus Besmbay, mengaku secara umum masyarakatnya memiliki dusun sagu, sehingga setiap hari pasti mereka mendayung perahu mengambilnya.

Selain itu, katanya, menjaring ikan untuk dijual sekaligus mendapatkan uang membeli beberapa kebutuhan sehari-hari. (*)

loading...

Sebelumnya

Sampan, sungai dan sagu, kehidupan masyarakat Asmat

Selanjutnya

Dishub Asmat operasikan empat kapal layani masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32942x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8981x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6491x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5960x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5648x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe