Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. IMI akan buat mosi tidak percaya dan hambat PON
  • Senin, 12 Maret 2018 — 10:17
  • 531x views

IMI akan buat mosi tidak percaya dan hambat PON

Kalau tidak diakomodir, ya PON ini ngapain kita sukseskan juga, kalau cabor kita tidak masuk.
Yan Mandenas (tengah) memberi keterangan kepada wartawan – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – KONI Papua sudah finalisasi cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2020 sebanyak 44 cabor.

Awalnya 38 ditambah 7 cabor usulan yang nanti diputuskan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Pusat di Jakarta, 6 April 2018.

Sayangnya tarik ulur cabor kembali terjadi. Balap motor tidak terakomodir. Spontan ketua IMI Papua, Yan Permenas Mandenas, harus berbicara lantang.

"IMI ini wajib hukumnya masuk dalam cabor PON 2020," tegas Yan Mandenas kepada wartawan disela-sela pelantikan pengurus IMI Papua periode 2017-2021, Sabtu (10/3/2018) malam, di Swissbel Hotel Jayapura.

Politikus dari Partai Hanura itu menilai bahwa IMI bukan hanya salah satu cabang olahraga saja. Ada beberapa cabor otomotif yang dari sisi topografi dan wilayah di Papua, banyak diminati dan mudah untuk dipertandingkan.

"Tanpa mengeluarkan biaya besar pun bisa dipertandingkan. Contoh misalnya Motocross. Inikan olahraga yang mudah dipertandingkan di Papua," bebernya.

Selain itu ada dragrace. Nomor ini juga mudah untuk dipertandingkan di Papua.

Mandenas mengaku waktu pengusulan awal cabor tambahan PON 2020, balap motor sudah masuk untuk ditetapkan lewat surat keputusan ketua umum KONI Papua kepada KONI Pusat untuk jadi peserta PON.

Tetapi dalam perjalanan dari 10 cabor tambahan yang diusulkan tersebut, hanya 7 cabor yang direkomendasi, sedangkan tiga diantaranya tidak. Salah satunya IMI.

"Saya tidak tahu kenapa, tapi saya terus berkomunikasi dengan ketua PB PON juga Kadisorda serta KONI. Apapun alasannya, cabor IMI harus diperlombakan di PON 2020," tegasnya.

PON kata Mandenas bukan hanya sekadar prestasi, tetapi dibalik itu harus ada dampak lain yang juga turut dirasakan masyarakat.

Mandenas mengklaim cabor yang banyak penggemarnya itu hanya sepak bola dan otomotif. Karena penontonnya sama membludak, tidak beda-beda jauh.

Kita ingin memeriahkan sekaligus mensukseskan PON 2020, maka cabor potensial seperti IMI harus didorong serta diakomodir ikut PON.

Ia mengaku sudah meminta IMI Pusat menyiapkan proposal untuk diberikan kepada PB PON dan KONI Papua, tapi juga dimasukan kepada KONI Pusat, agar cabor otomotif ditetapkan masuk PON.

Yan mengklaim belum tentu semua cabor yang diputuskan dipertandingkan di PON mendapat dukungan anggaran, sebab soal anggaran ujung-ujungnya juga akan kembali ke DPRP.

"Nanti kita lihat saja, sejauh mana kemampuan KONI dan PB PON bisa jalan sendiri untuk mensukseskan PON 2020," katanya.

Sedangkan sampai hari ini, anggaran yang ada baru diprioritaskan untuk pembangunan stadion utama Papua Bangkit. Itu pun hak ulayat belum tuntas.

Masih ada kekurangan anggaran sekitar Rp700 miliar yang harus ditambah lewat APBD perubahan. Itu pun bila SILPA kita memungkinkan.

Belum lagi kebutuhan anggaran kita untuk pembiayaan PON 2020 yang berkisar Rp7 triliun dari total Rp11 triliun yang menjadi rancangan awal.

Penambahan cabor berarti penambahan uang, maka kurang lebih kebutuhan anggaran bisa bertambah lagi sekira Rp13 triliun.

“Saya berpikir bahwa pemerintah daerah, KONI dan PB PON Papua, tidak bisa berjalan sendiri untuk mensukseskan PON, tanpa didukung oleh semua kekuatan cabor-cabor yang potensial,” ujarnya.

Wajib hukumnya cabor otomotif (IMI) harus dimasukan, sehingga ini menjadi bagian daripada perjuangan kita bersama untuk mendorong sukses PON 2020.

Kalau tidak terakomodir dalam PON, Yan menyatakan mereka bisa membuat mosi tidak percaya kepada KONI Papua.  Mandenas tidak tahu alasannya IMI tidak masuk dalam cabor PON.

"Saya tanya pa Jhon Banua (wakil ketua III KONI Papua), bahwa ini cabornya sudah masuk, tapi terakhir saya cek cabor IMI belum masuk dalam penetapan cabor usualan KONI Papua kepada KONI Pusat," ujarnya.

Tapi kami sudah ada komunikasi dengan ketua PB PON untuk IMI Papua siapkan proposal dan didorong lewat KONI Papua kepada KONI Pusat.

"Mudah-mudahan, Senin (12/3/2018) saya akan pergi ke Jakarta untuk mengikuti rapat mereka di KONI Pusat," katanya.

"Saya akan minta cabor otomotif apabila belum masuk, maka harus diprioritaskan masuk. "Kita akan fight habis-habisan untuk cabor otomotif harus masuk dalam PON 2020," tegasya kembali.

Kalau tidak diakomodir, ya PON ini ngapain kita sukseskan juga, kalau cabor kita tidak masuk.

Lebih baik kita bantah-membantah. Lebih baik dan lebih indah lagi untuk menghambat pelaksanaan PON 2020.

Sekum KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan, 7 cabor tambahan sudah disetujui pemerintah provinsi Papua dan KONI Papua sudah menyurati KONI Pusat untuk ditetapkan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI se Indonesia, 6 April 2018 mendatang.

“Memang ada kemungkinan bisa berkurang atau bertambah, tapi bukan itu masalah, yang paling penting itu jumlah cabor,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Argapura Cup U18 tidak boleh putus

Selanjutnya

23 Maret Liga Pekerja Indonesia zona Papua diputar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe