close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Mogok tenaga honorer RSUD Dekai membuat pasien kesal
  • Selasa, 13 Maret 2018 — 13:02
  • 749x views

Mogok tenaga honorer RSUD Dekai membuat pasien kesal

Tercatat mogok kerja dilakukan pekerja rumah sakit karena gaji mereka belum dibayar selama tiga bulan, sejak Januari hingga Maret 2018.
Perawat, sopir, Klinik servis mereka setelah demo saat buat kesepakatan mogok kerja – Piter Lokon/Jubi
Piter Lokon
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yahukimo, Jubi –Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai mengaku kesal tak mendapat pelayanan akibat aksi mogok kerja yang dilakukan oleh paramedis rumah sakit tersebut. Tercatat mogok kerja dilakukan pekerja rumah sakit karena gaji mereka belum dibayar selama tiga bulan, sejak Januari hingga Maret 2018.

“Kami sebagai pasien merasa dikorbankan karena membuat pelayanan kami tidak berjalan seperti biasanya.” kata Andreas Suhuniap, 35 tahun, seorang pasien, RSUD) Dekai, Senin (12/3/2018) di Dekai

Andreas mengaku dirawat karena sakit malaria tropika plus satu. Ia mengeluh dengan lambatnya pelayanan mendis yang tak berjalan karena semua tenaga honore mogok kerja.

“Saya datang tadi jam 6 disini tetapi molor sampai jam 11, maka kami sebagai pasien merasa dikorbankan dan dirugikan, padahal kami membutuhkan pelayanan yang cepat,” kata Andreas menambahkan.

Ia minta kepada Kepala RSUD Dekai segera mengatasi mamslah itu, karena rumah sakit umum sebagai tempat melayani publik. “Mau berobat kemana, sedangkan Puskesmas saja dipalang juga tidak ada aktifitas pelayanan disana,” kata Andreas mengeluh.

Koordinator pekerja RSUD Dekai Mersin Magayang, mengatakan sengaja mogok kerja karena hak selama tiga bulan belum dibayarkan. “Termasuk juga ada dua poin yang hilang yaitu uang lembur dan uang makan sudah tidak ada,” kata Magayang.

Selain itu ia menyebutkan upahnya tidak ditambah dari tahun tahun lalu senilai Rp 1,5 juta. Menurut dia, gaji yang belum dibayarkan selama tiga bulan untuk perawat, klinik servis, dan sopir.

“Maka kami minta juga harus segera dibayarkan dan minta juga penambahan gaji, padahal kami sudah naikan aspirasi dalam bentuk tertulis, tetapi belum juga akomodir” katanya.

Direktur RSUD Dekai, dr. Rachel Madao mengakui tahun ini terjadi keterlambatan pembayaran seperti tahun-tahun sebelumnya. “Saya mau buat apa, karena sumber dananya dari atasan kami, jadi saya tidak bisa buat apa-apa,” kata Madao.

Ia mengakui segera menemui  Bupati dan Sekda untuk menyelesaikan masalah pembayaran upah tenaga honorer. “Saya juga sudah kumpulkan pasien sampaikan minta maaf, tetapi juga mereka juga sudah cukup sabar satu  hingga dua  bulan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mau mahasiswa UNCEN tra demo? Ini solusinya

Selanjutnya

Lima kabupaten di Papua ini didesak utamakan kesehatan dan pendidikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4926x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4290x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 2583x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2506x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2448x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe