Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Air Danau Sentani tidak akan habis
  • Selasa, 13 Maret 2018 — 15:08
  • 308x views

Air Danau Sentani tidak akan habis

"Yang harus dilakukan oleh kita bersama adalah menjaga sumber-sumber mata air yang muaranya ke danau ini. Danau Sentani sudah ada sejak lama dan juga memiliki satu tempat pembuangan di sebelah timur," jelas Bupati Awoitauw, saat ditemui di Sentani, Selasa (13/3/2018). 
Ilustrasi pembersihan danau yang dilakukan masyarakat dalam rangka Hari Air Sedunia, di Dermaga Yahim, beberapa waktu lalu - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengaku air Danau Sentani tidak akan habis walaupun nantinya digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura untuk kepentingan umum.

Menurutnya, air Danau Sentani sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam. Hanya perubahan iklim yang dapat mempengaruhi naik turunnya air di danau tersebut.

"Yang harus dilakukan oleh kita bersama adalah menjaga sumber-sumber mata air yang muaranya ke danau ini. Danau Sentani sudah ada sejak lama dan juga memiliki satu tempat pembuangan di sebelah timur," jelas Bupati Awoitauw, saat ditemui di Sentani, Selasa (13/3/2018). 

Dijelaskan, Danau Sentani ini sudah menjadi perhatian secara nasional karena telah masuk dalam 15 Danau seluruh Indonesia yang sedang dalam penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tetapi, sebagai masyarakat yang berada di sepanjang pesisir Danau juga turut bertanggung jawab terhadap keberadaan danau ini.

"Kondisi danau saat ini memang sudah tercemar karena ada bakteri e-coli di dalamnya. Dulu masyarakat biasa mengambil air danau ini untuk diminum. Kita berharap melalui seminar nasional yang sudah dibuat ada rekomendasi yang disampaikan guna pelestarian Danau Sentani tetapi juga kawasan penyangga," ujarnya.

Yansen, warga masyarakat di Kampung Yahim, mengatakan kebiasaan masyarakat di Kampung Yahim yang hidup di pesisir Danau Sentani di waktu yang lalu biasa memanfaatkan air danau untuk sumber kehidupan mereka.

"Setiap pagi di waktu yang lalu masyarakat biasa mengambil air di tengah danau untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi saat ini tentu sudah tidak dilakukan lagi karena danau sudah banyak sampah," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD uji publik raperda masyarakat adat

Selanjutnya

Lokataru: Freeport langgar UU sistem jaminan sosial nasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe