Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Hutan kerap dirambah, sumber air akan rusak
  • Rabu, 14 Maret 2018 — 16:30
  • 1241x views

Hutan kerap dirambah, sumber air akan rusak

Menurutnya, apa pun upaya yang dilakukan menjaga kawasan sumber air sulit terwujud, jika tidak ada kesadaran masyarakat.
Gunung Cycloop (Siklop) yang membentang dari Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, dulunya menjadi daerah tangkapan air. Kini sebagian besar kawasan Cycloop telah rusak - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Aktivis Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG), Dian Wasaraka mengatakan, pemerintah dan pihak terkait harus terus menyosialisasikan dan menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga hutan, terutama daerah tangkapan air.

Menurutnya, apa pun upaya yang dilakukan menjaga kawasan sumber air sulit terwujud, jika tidak ada kesadaran masyarakat. Katanya, sebelum pihak terkait mengambil tindakan, yang harus gencar dilakukan terlebih dahulu yakni melakukan sosialisasi dan memperingatkan masyarakat.

"Contoh kasus, di daerah Sky Land beberapa waktu lalu. Sempat ada yang ditangkap karena menebang kayu untuk membuat arang. Tapi tetap saja dorang (mereka) melakukan hal yang sama kembali," kata Dian Wasaraka kepada Jubi, Rabu (14/3/2018).

Kata Dian, ini karena belum ada kesadaran dari masyarakat. Saat merambah hutan, masyarakat selalu beralasan demi memenuhi kebutuhan hidup.

"Yang ditangkap satu, tapi masih ada sembilan lainnya yang melakukan aktivitas serupa," ujarnya.

Kasus lain lanjutnya, terjadi di Koya Koso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Di wilayah itu Dinas Kehutanan Papua membeli hutan primer untuk dijadikan taman hutan rakyat (tahura) dan mulai dipersiapkan sejak 2013-2015. Namun akhir 2015, area yang sudah dipersiapkan Dinas Kehutanan itu, dirambah oleh masyarakat non Papua yang bermukim di sekitar lokasi.

"Di situ ada lima jenis burung predator, ternyata masyarakat babat. Alasannya sudah ada izin dari kepala suku pemilik ulayat, kita mau bilang apa. Jadi kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan," ujarnya.

Legislator Papua, Nioluen Kotouki berpendapat sama. Menurutnya, masyarakat Papua harus terus diingatkan pentingnya menjaga hutan apalagi kawasan yang dilindungi.

"Pemerintah dan semua pihak yang peduli keberlangsungan lingkungan, perlu terus sosialisasi dan mengingatkan masyarakat," kata Kotouki.

Menurutnya, pemerintah juga perlu memanggil para pemilik ulayat kawasan yang dilindungi membuat komitmen bersama agar daerah tangkapan air terus dijaga.

"Harus kerjasama dengan pemilik ulayat, agar mereka ikut berperan menjaga kawasan yang dilindungi," ujarnya. (*)

 

 

 

*Catatan: Berdasarkan PP No. 38/2011 tentang SungaiDaerah Tangkapan Air (DTA) adalah suatu kawasan yang berfungsi sebagai daerah penadah air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sumber air di satu wilayah atau daerah.

loading...

Sebelumnya

Waspada, ketinggian air mulai meningkat di danau Sentani

Selanjutnya

Biak gencarkan pengelolaan sampah plastik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32925x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8969x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6476x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5923x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5632x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe