Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Dihina di medsos, puluhan wartawan laporkan oknum Polisi
  • Jumat, 16 Maret 2018 — 22:13
  • 1180x views

Dihina di medsos, puluhan wartawan laporkan oknum Polisi

PWI tidak saja melaporkan dugaan pelanggaran terhadap UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)  di SPKT Polda Papua Barat, tapi juga membuat laporan pengaduan ke Dir Propam Polda Papua Barat, mengingat pengguna akun FB atas nama Widhiantara DTT adalah oknum anggota Kepolisian.
Puluhan wartawan di Manokwari saat membuat laporan polisi ke SPKT Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran nama baik profesi wartawan dan ujaran kebencian melalui media sosial Facebook - Jubi/Hans Arnold.
Admin Jubi
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Tiga pengguna media sosial Facebook (FB) atas nama Yohanis Krey, Widhiantara DTT dan Kurube Welem WT resmi dilaporkan ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polda Papua Barat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi setempat dengan perkara pencemaran nama baik profesi dan ujaran kebencian, Jumat (16/3/2018).

Langkah hukum ini diambil oleh PWI Papua Barat atas unggahan dalam akun FB pada hari Kamis 15 Maret 2018 sekira pukul 20.00 Waktu Papua (WP). 

Laporan ke SPKT Polda Papua Barat tersebut, dilakukan oleh Ketua Bidang Advokasi PWI Papua Barat Kris Tanjung didampingi ketua PWI Papua Barat Bustam bersama puluhan wartawan media cetak, televisi, radio dan online di Manokwari Papua Barat.

"PWI tidak saja melaporkan dugaan pelanggaran terhadap UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)  di SPKT Polda Papua Barat, tapi juga membuat laporan pengaduan ke Dir Propam Polda Papua Barat, mengingat pengguna akun FB atas nama Widhiantara DTT adalah oknum anggota Kepolisian di Polres Manokwari,” ujar Kris Tanjung.

Kata Tanjung, laporan ini disertai juga dengan bukti screenshot (tangkapan layar) percakapan para terlapor melalui dinding FB yang diunggah. Dikatakan, dugaan pencemaran nama baik profesi dan ujaran kebencian oleh ketiga pengguna akun FB tersebut bermula saat pengguna akun FB atas nama Yohanis Krey yang diketahui adalah petugas Bandara Rendani Manokwari ini, mengunggah judul pemberitaan salah satu koran di Kota setempat, yang memberitakan tentang pelarangan wartawan untuk melakukan tugas peliputan di areal Bandara, saat insiden terperosoknya pesawat Batik Air pada tanggal 13 Maret 2018 lalu.

"Judul berita koran yang diunggah oleh pengguna akun FB Yohanis Krey yaitu Dihalangi meliput, Jurnalis nyaris adu jotos dengan petugas Bandara. Postingan judul berita tersebut menuai 123 komentar, 120 like (suka) dan 10 kali dibagikan,” ujar Kris menjelaskan. 

Kemudian, muncul komentar atau cuitan yang melecehkan profesi wartawan dan ujaran kebencian oleh oknum anggota Polisi pengguna akun FB atas nama Widhiantara DTT yang menulis, Dekat dengan pejabat Papua Barat bukan berarti bisa buat berita seenaknya, karena kejadian2 yang ada diseputaran kami. Kalau mau adu jotos dengan melepas pakaian dinas semua punya nyali..F**kO*f, seperti hasil kutipan dari tangkapan layar.

Selain itu, pengguna akun FB atas nama Kurube Welem WT yang juga diketahui adalah petugas Bandara Rendani turut berkomentar yang menjurus pada penghinaan, dengan menuliskan "Jurnalis an*** dorang itu". Kalimat ini kata Kris juga hasil dari bukti tangkapan layar unggahan komentar pengguna FB tersebut, yang menghina profesi Jurnalis (wartawan) dengan kalimat An*** yang jika ditulis dengan benar berarti jenis salah satu hewan peliharaan.

Sementara itu, Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi mengaku sangat menyesal dengan tindakan oknum anggotanya tersebut. 

"Kepada seluruh rekan-rekan wartawan terkait dengan berita oknum (Polisi), anggota saya yang membuat komen di FB yang tidak mengenakkan di hati rekan-rekan wartawan semua, saya selaku pimpinannya mohon maaf," ujar Kapolres melalui pesan di salah satu grup whatsapp.

"Saya akan periksa yang bersangkutan, motifnya apa sampai berkomentar seperti itu. Dan saya akan proses yang bersangkutan jika melakukan itu dengan sengaja untuk melecehkan rekan-rekan,” ujarnya menambahkan.(*/Hans Arnold)

loading...

Sebelumnya

Bantuan Pemprov wujudkan impian Dolfince Kareth

Selanjutnya

BLH Manokwari datangkan sembilan pemulung dari Jawa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe