Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI berharap pemerintah provinsi kurangi ketergantungan pada sektor tambang
  • Sabtu, 17 Maret 2018 — 07:12
  • 935x views

BI berharap pemerintah provinsi kurangi ketergantungan pada sektor tambang

"Kinerja sektor ekonomi perlu lebih dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan Papua terhadap sektor pertambangan," Arya menyebutkan salah satu topik dalam pembahasan rekomendasi.
Kantor Bank Indonesia wilayah Papua dan Papua Barat - Jubi/Sindung
David Sobolim
Editor : Victor Mambor

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Bank Indonesia ( BI) perwakilan papua mengelar Diseminasi Kajian Ekonomi dan keuangan Regional (KEKR) Papua, di sebuah hotel di salah satu hotel di Kabupaten Biak Numfor, Kamis (15/3/2018).

Manager Fungsi Asesment Ekonomi dan Survei Bank Indonesia Perwakilan Papua Arya Jodilistyo kepada wartawan mengatakan “tambang, perijinan dan sebagainya memberikan pengaruh cukup signifikan pada perekonomian tahun 2017. Itu mendukung mencapai sasaran nasional.

"Inflasi di Papua saat ini cukup terkendali karena di akhir tahun bisa mencapai level 2,1 persen. Itu bisa mendukung sasaran capaian nasional," ujar Arya.

Arya menambahkan, tujuan kegiatan diseminasi adalah memberikan  usulan-usulan dan rekomendasi pada semua stakeholder  dalam bentuk informasi. Pihaknya mengundang semua stakeholder untuk memberikan informasi yang lebih  lengkap dan strategi yang diterapkan dalam bisnis atau usaha.

Dari diseminasi ini, lanjutnya terdapat beberapa rekomendasi untuk Papua berdasarkan hasil kajian dan memperhatikan isu terkini di tingkat regional maupun nasional. Rekomendasi-rekomendasi ini diharapkan menjadi salah satu referensi dalam penggambilan kebijakan ekonomi Papua.

"Kinerja sektor ekonomi perlu lebih dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan Papua terhadap sektor pertambangan," Arya menyebutkan salah satu topik dalam pembahasan rekomendasi.

Perbankan, menurutnya merekomendasi beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah bersama instansi terkait yaitu : 1. Melakukan disverikasi produk berbagau komoditas untuk meningkatkan  nilai jual komotitas pertanian kehutanan dan perikanan; 2. Melakukan penggembangan sumber-sumber ekonomi baru lebih berkelanjutan dan dapat menciptakan multiplayer effect ekonomi Papua secara  luas; 3. Menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif; dan 4. Meningkatkan kualitas SDM Papua dengan meningkatkan kualitas pendidikan di Papua.

Dalam upaya mengendalikan inflasi perlu juga ditingkatkan koordinasi antar wilayah dalam pengendalian inflasi, penambahan kapasitas dan kualitas pergudangan untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan pasokan serta pembentukan sentra produksi dan penguatan akses petani terhadap teknologi pasar dan permodalan.

"Serta mendorong optimalisasii bandara di Papua, melakukan realisasi kerja sama perdagangan dengan pemasok maupun produsen dan secara rutin menginformasikan ketersediaan pasokan barang dan informasi untuk mengelola ekspetasi masyarakat terhadap harga," lanjut Arya.

Dian, karyawan PLN biak yang ikut kegiatan diseminasi kajian keuangan regional ini mengatakan inflasi di Papua memang dijaga dengan baik tetapi banyak sekali penganguran. Ini akan berdampak juga pada inflasi. Ia merasa pemerintah perlu berupaya lebih keras membuka lowongan atau tempat kerja bagi penganguran di Papua.

"Ekonomi sudah baik tetapi orang kerja di sektor ekonomi itu bukan orang asli Papua. Itu orang dari luar yang datang kerja. Dan bank juga perlu kasih pembinaan bagi usaha kecil yang ada di kabupaten-kabupaten khusus bagi anak-anak asli Papua. Jika anak-anak asli Papua kerja kelola itu barulah pihak bank bisa meyakinkan publik bahwa inflasi aman," ujar Dian. (*)

loading...

Sebelumnya

OJK: Percepat penyaluran KUR dengan data klaster binaan

Selanjutnya

Transaksi saham di Jayapura capai Rp 50 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe