Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Usulan nama Sukarno untuk jembatan Holtekam kembali menuai protes
  • Sabtu, 17 Maret 2018 — 20:09
  • 791x views

Usulan nama Sukarno untuk jembatan Holtekam kembali menuai protes

Semestinya nama yang dipilih mengganti nama jembatan yang menghubungkan Distrik Jayapura Selatan dengan Distrik Muara Tami, Kota Jayapura itu berkaitan dengan Port Numbay yang selama ini menjadi sebutan lain Kota Jayapura atau wilayah adat Tabi.
Jembatan Holtekam di Kota Jayapura yang kini dalam tahap pembangunan - Jubi/ Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua (LPMAP), Darius Wetauwa, mempertanyakan usulan nama Sukarno Putra, untuk menyebut nama jembatan Holtekam.

"Su trada (sudah tidak ada) nama lain ka? Sejak Orde Lama, Orde Baru, hingga kini zaman reformasi nama sungai, gunung, dan jalan di Papua banyak yang menggunakan nama dari luar Papua," kata Wetauwa kepada Jubi, Sabtu (17/3/2018).

Menurut Wetauwa, semestinya nama yang dipilih mengganti nama jembatan yang menghubungkan Distrik Jayapura Selatan dengan Distrik Muara Tami, Kota Jayapura itu berkaitan dengan Port Numbay yang selama ini menjadi sebutan lain Kota Jayapura atau wilayah adat Tabi.

"Misalnya nama tokoh atau leluhur orang Port Numbay yang ada keterkaitannya. Ini perlu agar masyarakat Port Numbay merasa memiliki," ujar Wetauwa menjelaskan.

Ia tegas menolak nama Sukarno untuk jembatan Holtekam, sikap itu ia sampaikan  sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat asli Port Numbay. "Pakai nama lokal misalnya jembatan Port Numbay atau Tabi,” katanya.

Presiden gereja-gereja babtis Papua, Duma Socratez Sofyan Yoman sebelumnya mendukung jika pemerintah memberi nama berdasarkan representasi wilayah adat Papua yang menggambarkan jembatan itu dibangun.

"Saya usul nama Jembatan Tabi. Artinya Jembatan matahari terbit. Tidak usah Sukarno. Di sini, bukan tanah Blitar, Jawa Timur," ujar  Yoman, kepada Jubi di Abepura, kota Jayapura, Kamis (15/3/2018).(*)

loading...

Sebelumnya

Ketua Baleg DPRP: Tidak boleh memaksakan raperda tra jelas

Selanjutnya

Baleg DPR Papua bentuk tim inventarisir Perda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe