Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Tak hanya perempuan, kekerasan seksual terhadap anak lelaki juga melonjak
  • Senin, 19 Maret 2018 — 15:45
  • 606x views

Tak hanya perempuan, kekerasan seksual terhadap anak lelaki juga melonjak

Ia mengatakan beberapa kasus yang terjadi di beberapa daerah, membuktikan ada kejahatan seksual yang dilakukan pada anak laki-laki dan angkanya meningkat tiap tahun.
Ilustrasi - Jubi/Seruji.co.id
ANTARA
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Tidak hanya pada perempuan, kekerasan seksual terhadap anak laki-laki juga semakin meningkat di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto.

Ia mengatakan beberapa kasus yang terjadi di beberapa daerah, membuktikan ada kejahatan seksual yang dilakukan pada anak laki-laki dan angkanya meningkat tiap tahun.

"Data sementara ada 223 anak laki-laki yang menjadi korban dengan berbagai modus. Kami akan terus mengawal kasus-kasus tersebut agar proses hukumnya berjalan dengan baik," kata Susanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Kata Susanto, beberapa kasus kekerasan seksual dengan korban anak laki-laki pernah terjadi di Aceh. Pelaku berusia 40 tahun membujuk 26 anak laki-laki melakukan hubungan seksual sesama jenis dengan modus mengajak bermain bersama.

Kasus serupa juga terjadi di Tangerang dengan korban 45 anak berusia tujuh tahun hingga 15 tahun dengan modus diajarkan ilmu memikat lawan jenis atau semar mesem.

"Di Jambi, ada 80 anak yang belum semuanya disodomi, dengan modus melalui media sosial," ujarnya.

Tak hanya itu, rentetan kasus lain juga terjadi di Purbalingga terhadap 13 anak laki-laki, pada 2016. Sedangkan di Banyumas, tujuh anak laki-laki menjadi korban kekerasan seksual setelah diperlihatkan video porno.

"Di Karanganyar ada laki-laki berusia 29 tahun yang melakukan kekerasan seksual kepada 17 anak berusia delapan tahun hingga 10 tahun. Pelaku mengaku pernah dicabuli seniornya sebelumnya," tuturnya.

Kekerasan seksual terhadap anak laki-laki juga terjadi di Tapanuli Selatan dengan korban 42 anak oleh pelaku berusia 35 tahun.

Kendati begitu, kekerasan seksual juga masih terjadi pada anak perempuan, seperti yang terjadi di Jombang terhadap 35 siswi yang dilakukan oleh oknum guru mereka sendiri. (*)

loading...

Sebelumnya

KLB DBD di Yalimo, Dinkes Papua segera kirim tim

Selanjutnya

Biak gencarkan pengelolaan sampah plastik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9684x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3389x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2124x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe