Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya sosialisasi pembentukan Bumdes
  • Senin, 19 Maret 2018 — 19:07
  • 754x views

Jayawijaya sosialisasi pembentukan Bumdes

Pembentukan badan usaha milik desa itu telah tertuang di undang-undang desa dengan tujuan mengangkat perekonomian masyarakat di tingkat kampung.
Pejabat sementara bupati Jayawijaya, Doren Wakerkwa saat membuka sosialisasi pembentukan Bumdes, Senin (19/3/2018) di gedung Ukumearek Asso-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi -Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya, menggelar sosialisasi tentang pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di 328 kampung yang ada di daerah setempat. Pembentukan badan usaha milik desa itu telah tertuang di undang-undang desa dengan tujuan mengangkat perekonomian masyarakat di tingkat kampung.

“Kami hanya arahkan nanti kepala kampung akan lakukan sosialisasi lagi ke masyarakat dalam rangka pembangunan atau pembentukan badan usaha milik desa ini, begitu juga dengan laporan pertanggungjawabannya juga diarahkan,”  kata pejabat sementara bupati Jayawijaya, Doren Wakerkwa, usai sosialisasi di gedung Ukumearek Asso,  Senin (19/3/2018).

Menurut Doren, kepala kampung mempunyai keinginan besar membangun daerahnya, namun perlu ada pendampingan yang mendorong dalam segala program kerja mereka di kampung.

“Khususnya untuk membuat laporan pertanggungjawaban keuangan,” kata Doren menambahkan.

Sosialisasi badan usaha kampung  juga menjelaskan mengenai dana yang akan digunakan, apakah dari dana desa itu sendiri atau dari alokasi lain. Doren memastikan pembentukan Bumdes juga dibuka sesuai ketentuan yang berlaku, dengan konsekuensi anggaran yang digunakan sesuai perencanaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Jayawijaya, Lenensia Manuputty, mengatakan pembentukan badan usaha milik kampung ini sesuai undang-undang desa nomor 6 tahun 2015,  terkait peningkatan perekonomian masyarakat di kampung.

“Yang salah satunya pembentukan badan usaha milik desa,” kata Manuputty.

Hal  ini diharapkan dapat membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang ada di kampung. “Tahun ini kami coba memberikan sosialisasi untuk semua kepala kampung sebagai pengelola keuangan kampung,” kata Manuputty, menjelaskan.

Manuputty menjelaskan pendanaan Bumdes bersumber dari dana desa,  sehingga sosialisasi dilkukan agar setiap kepala kampung dapat menyisihkan dana untuk membentuk Bumdes.

Pembentukan Bumdes juga sempat dibahas saat Raker provinsi yang menyebutkan tidak semestinya kepala kampung membentuk badan usaha milik desa sendiri ketika tak mampu dijalankan. “Karena sia-sia ketika kegiatan sudah dibentuk tetapi tidak berjalan,” katanya.

Manuputty memastikan pembentukan Bumdes harus diawali musyawarah kampung, yang artinya perlu kesepakatan dan persetujuan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemerintah, TNI-Polri, bersama masyarakat Tolikara tolak berita hoax

Selanjutnya

Perawat di RSUD Wamena pertanyakan dana insentif

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe