Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Dekat TPA, lalat jadi musuh warga Masiepi
  • Senin, 19 Maret 2018 — 20:54
  • 533x views

Dekat TPA, lalat jadi musuh warga Masiepi

Dikatakan Dowansiba, jarak Kampung Masiepi dengan lokasi pembuangan sampah hanya sekitar 1 Km. Selain wabah lalat, warga kampung setempat selalu menghirup aroma busuk sampah dari lokasi TPA. Dirinya berharapkan TPA itu segera direlokasi pemerintah agar tidak dekat dengan perkampungan warga. 
Hamparan sampah di TPA umum Manokwari yang terletak di Kampung Masiepi Distrik Manokwari Selatan - Jubi/Hans Arnold
Admin Jubi
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Warga Kampung Masiepi di Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, berharap pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup setempat untuk mengambil tindakan terhadap dampak TPA pemicu lalat rumah yang selama ini mengganggu aktivitas keseharian mereka. 

Lokasi perkampungan tersebut terletak sekitar 1 Km dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) umum. Jumlah sampah di TPA tersebut sudah melebihi kapasitas. Bahkan sampah organik dan non-organik tidak dipisahkan sehingga membukit di satu lokasi. 

Piet Dowansiba, warga Kampung Masiepi, mengatakan setiap hari jelang pagi dan sore rumah warga setempat jadi langganan kerumunan lalat yang sangat mengganggu. Di sisi lain, hewan perantara (vektor) ini sangat berbahaya karena berkembang biak di tempat kotor. 

"Di sini kalau pagi dan sore, rumah kami penuh dengan lalat, apalagi kalau sedang makan, lalat sangat mengganggu padahal hewan itu hidup di tempat kotor," ujar Dowansiban, kepada Jubi Manokwari, Senin, (19/3/2018). 

Dikatakan Dowansiba, jarak Kampung Masiepi dengan lokasi pembuangan sampah hanya sekitar 1 Km. Selain wabah lalat, warga kampung setempat selalu menghirup aroma busuk sampah dari lokasi TPA. Dirinya berharapkan TPA itu segera direlokasi pemerintah agar tidak dekat dengan perkampungan warga. 

"Kami harap TPA ini harus segera dipindahkan supaya tidak menjadi sumber penyakit," ujarnya.

Sementara itu, Dolfinus Indouw, Sekertaris Kampung Masiepi, membenarkan masalah utama yang dihadapi warganya adalah aroma busuk sampah dari TPA dan lalat yang sangat mengganggu.

"Benar. Di sini ada 50 rumah warga dan sekitar 250 jiwa. Kami sangat terganggu dengan dampak TPA karena menimbulkan bau busuk dan lalat juga banyak seperti wabah," ujarnya. 

Dikatakan Indouw sebagai solusi untuk menghindari bahaya hewan lalat, Pemerintah Kampung Masiepi melalui dana desa sebagian digunakan untuk pengadaan lemari makan. Lemari tersebut dibagi merata ke seluruh warganya untuk menjaga kebersihan makanan dari lalat. 

"Lemari itu dilengkapi pintu,agar makanan dapat disimpan dan terhindar dari lalat," ujar Indouw menjelaskan. 

Dia mengaku lalat  yang paling banyak dirumah warga sekitar Kampung Masiepi yaitu lalat rumah (Musca Domestica), lalat hijau (Lucilla Seritica), dan lalat biru (Calliphora Vornituria).

Diketahui, lalat merupakan hewan serangga yang sangat jorok karena biasanya mereka hinggap dan berkembang biak di tempat kotor, seperti di sampah, kotoran, atau bangkai hewan.

Masyarakat menganggap lalat sebagai hewan pengganggu karena lalat membawa banyak penyakit yang merugikan manusia. Penyebaran virus, bakteri, dan kuman dari lalat ke tubuh manusia terjadi secara mekanis. (CR-2*) 

loading...

Sebelumnya

BLH Manokwari datangkan sembilan pemulung dari Jawa

Selanjutnya

Jaksa geledah kantor Kesbangpol Papua Barat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 8896x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3351x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2087x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe