Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Terdapat selisih, DPR bentuk Panja perlindungan data seluler
  • Selasa, 20 Maret 2018 — 04:01
  • 593x views

Terdapat selisih, DPR bentuk Panja perlindungan data seluler

Secara terpisah, Anggota Komisi I Roy Suryo mengatakan, isu penyalahgunaan data pribadi untuk registrasi belum terjawab dalam rapat kerja sehingga muncul keinginan membentuk panja.
Ilustrasi - Jubi/Dok.
ANTARA
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Menyusul kewajiban registrasi ulang pengguna kartu pra-bayar yang menyertakan Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga, Komisi I DPR RI akhirnya memutuskan membentuk panitia kerja (panja) perlindungan data pelanggan seluler.

Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafid usai rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menilai masih ada waktu untuk membentuk panja sembari registrasi ulang berjalan.

"Panja itu bisa panjang bisa pendek, kami harapkan bisa 1-2 masa sidang selesai. Bulan Mei-Juni. Kami prediksi proses registrasi ini masih berjalan sampai Mei atau Juni," kata Meutya di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (19/3/2018) malam.

Kata dia, dalam waktu sepekan, panja pasti dibentuk, karena hanya membutuhkan rapat internal Komisi I untuk membentuknya kemudian bisa langsung berjalan. Terkait anggota, Meutya yang juga mantan jurnalis satu diantara televisi swasta nasional itu menyebut, aturan panja adalah setengah dari anggota Komisi I yang berjumlah 51 orang, berarti setidaknya 26 orang.

Secara terpisah, Anggota Komisi I Roy Suryo mengatakan, isu penyalahgunaan data pribadi untuk registrasi belum terjawab dalam rapat kerja sehingga muncul keinginan membentuk panja. Ia menyebut urgensi dibentuknya panja adalah adanya selisih data pelanggan berhasil registrasi yang tercatat Ditjen Dukcapil Kemendagri dan operator lebih dari 45 juta.

"Karena belum terjawab makanya ada panja. Terus terang saja kami ini belum puas, tetapi Pak Menteri bagus sekali, setuju ada panja supaya lebih maksimal dalam rekonsiliasi data dan memastikan ke pelanggan," kata Roy Suryo.

Ia menilai, terdapat selisih yang terlalu banyak, meskipun telah dijelaskan Rudiantara, hal itu diakibatkan double hits (registrasi berulang). Di dalam Panja yang akan dibentuk ini, pihak DPR kata Roy, juga mungkin akan memanggil Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan keterangan.

“Dibentuknya panja tidak akan memengaruhi batas waktu registrasi nomor seluler,  tetapi untuk memastikan data pelanggan tidak tersebar dan terjaga keamanannya,” ucap Roy Suryo.

Menkominfo RI Rudiantara menyampaikan tidak keberatan dengan adanya panja. Kata dia, ini dilakukan untuk pendalaman karena pemerintah menginginkan governance ( tata kelola) yang bagus. Namun, ia memberi catatan, registrasi ulang nomor seluler sudah selesai pada Mei sehingga sebaiknya panja telah terbentuk sebelum batas akhir registrasi. (*)

loading...

Sebelumnya

Aksi FPI di Kantor Tempo Mengancam Kebebasan Pers

Selanjutnya

Perlindungan TKI berbasis E-KTP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini
Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe