Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Gempa PNG, KDRT dan kekerasan berbasis gender dikhawatirkan meningkat
  • Selasa, 20 Maret 2018 — 15:10
  • 524x views

Gempa PNG, KDRT dan kekerasan berbasis gender dikhawatirkan meningkat

“Dari laporan yang diterima di markas kepolisian (di Tari dan Mendi), 45 korban telah meninggal sejauh ini di Provinsi Pegunungan Selatan sementara di Hela 80 orang dipastikan meninggal dunia,” kata seorang juru bicara.
Diperkirakan 35.000 orang terpaksa mengungsi akibat gempa di Papua Nugini. - The Guardian News/UNICEF
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7,5 SR di Papua Nugini, meningkat menjadi 145 jiwa.

Hampir tiga pekan setelah gempa mengguncang Provinsi Hela dan Pegunungan Selatan, beberapa daerah masih terisolasi dari dunia luar dan diperkirakan 35.000 orang terpaksa mengungsi, kata kepolisian PNG pada Rabu (14/3/2018) pekan lalu.

“Dari laporan yang diterima di markas kepolisian (di Tari dan Mendi), 45 korban telah meninggal sejauh ini di Provinsi Pegunungan Selatan sementara di Hela 80 orang dipastikan meninggal dunia,” kata seorang juru bicara.

Menurut Andreas Wuestenberg dari Kampung Pimiga--kampung yang telah diabaikan warganya yang pindah ke pusat evakuasi--gempa-gempa susulan masih terus terjadi, dan semalam terjadi satu gempa lagi.

“Persediaan makanan mulai berkurang dengan cepat. Sejauh ini kita belum melihat peningkatan kasus malnutrisi pada anak-anak tapi kami memperkirakan ini akan meningkat dengan pesat.

Dikhawatirkan, PNG khususnya wilayah pegunungan, adalah daerah dengan tingkat kekerasan dalam rumah tangga dan gender, yang sangat tinggi.

“Kemungkinan besar masalah ini akan memburuk. Kami tidak memiliki cukup data, dan informasinya sangat terbatas,” jelasnya.

“Tapi dalam situasi seperti ini bila masyarakat berada di bawah tekanan, sering terjadi peningkatan dalam kejadian KDRT dan kekerasan berbasis gender,” tambahnya.

Dari data UNICEF sekitar 270.000 orang, termasuk 125.000 anak-anak, memerlukan bantuan kemanusiaan yang mendesak di PNG. (The Guardian News)

loading...

Sebelumnya

Siapa saja pekerja pertanian asal Pasifik di Australia?

Selanjutnya

Gunung berapi di Ambae Vanuatu keluarkan abu vulkanik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe