Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Aktivis HAM Inggris persembahkan Gandhi Award buat West Papua
  • Jumat, 04 November 2016 — 20:46
  • 2459x views

Aktivis HAM Inggris persembahkan Gandhi Award buat West Papua

“Aksi-aksi damai di West Papua dilarang dengan penangkapan massal. Bahkan pengibaran bendera West Papua (bintang fajar) saja bisa membuat orang dihuum 10-15 tahun,” ujarnya di dalam pidato penerimaan.
Koteka Wenda dan Peter Tatchell bersama keluarga Benny Wenda saat menerima Gandhi Foundation International Peace Award – freewestpapua.org
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Peter Tatchell, Penerima Gandhi International Peace Award dari Inggris, mempersembahkan penghargaan yang diterimanya kepada Rakyat West Papua dan perjuangan pembebasan nasional di West Papua dalam melawan kolonisasi dan pendudukan militer Indonesia.

Peter Tatchell adalah seorang aktivis Hak Azasi Manusia yang telah terlibat advokasi dan aktivisme HAM di Inggris. Atas dedikasinya tersebut, dia dianugerahi Gandhi Foundation Internasional Peace Award 2016 dalam sebuah Malam Penganugerahan di House of Parliament di London, Inggris, Senin (31/10), seperti dilansir scoop.co.nz Rabu (2/3/2016).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Helena Kennedy QC, anggota Majelis Tinggi Inggris. Tatchell merasa sangat terhormat menerima penghargaan tersebut dari  Gandhi Foundation.

Dia telah 50 tahun malang melintang di dunia aktivisme dan gerakan sosial anti rasis, anti Apartheid, gerakan LGBT, anti nuklir dan berbagai isu keadilan global lainnya. Dia percaya bahwa metode anti kekerasan, seperti yang dilakukan Ghandi dalam melawan kolonialisme Inggris, dapat membuat perubahan di dunia ini.

Pada momen penerimaan penghargaan itu dia mempersembahkan gandhi Wards tersebut kepada perjuangan pembebasan di West Papua.

“Sejak aneksasi oleh Jakarta di tahun 1969, setidaknya 100,000 bahkan hingga 400,000 orang-orang West Papua tewas.  Pelanggaran HAM terus meluas dan tidak mendapat hukuman. Aksi-aksi damai di West Papua dilarang dengan penangkapan massal. Bahkan pengibaran bendera West Papua (bintang fajar) saja bisa membuat orang dihuum 10-15 tahun,” ujarnya di dalam pidato penerimaan.

Tatchell menegaskan solidaritasnya pada rakyat Papua dan hak penentuan nasib sendiri West Papua. Dia juga meminta PBB agar menggelar referendum kembali bagi masyarakat asli Papua untuk memilih tetap bersama Indonesia atau merdeka. “Saya mendukung tuntutan rakyat Papua untuk menggelar referendum sekarang, dan merdeka!,” tegasnya.

Dia juga mengajak komunitas internasional mengecam pendudukan dan represi Jakarta terhadap Papua melalui penghentian penjualan senjata ke Indonesia, juga menghentikan eksploitasi ekonomi oleh pertambangan emas, tembaga, minyak, gas dan pembalakan kayu, yang menurut dia terus terjadi tanpa persetujuan langsung rakyat Papua, pun mendapatkan manfaat secara langsung.

Di kesempatan yang sama juga berbicara Maria dan Koteka Wenda, keluarga Benny Wenda, juru bicara ULMWP. Tatchell memberikan panggung bagi mereka untuk bicara.

Keduanya menekankan kampanye teror yang terjadi di West Papua, termasuk bantuan persenjataan Inggris terhadap militer Indonesia. Dia juga menyatakan kritik atas kehadiran BP Petroleum dan pertambangan emas dan tembaga Rio Tinto.

Mereka meminta pemerintah Inggris menekan pemerintah Indonesia untuk menghentikan kekerasan militer dan ekonomi melalui referendum dibawah pengawasan internasional bagi masa depan West Papua.(*)

loading...

Sebelumnya

Limbah sosial PT. Freeport Indonesia

Selanjutnya

Kep. Solomon : Kami tak akan merespon pernyataan Indonesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe