Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. PON
  3. Mandenas: KONI tak berhak menentukan cabor PON
  • Selasa, 20 Maret 2018 — 20:39
  • 423x views

Mandenas: KONI tak berhak menentukan cabor PON

“Harus dibedakan. Sebagai tuan rumah kewenangan penuh ada di Pemprov Papua. KONI hanya melanjutkan proses administrasi penetapan cabor yang akan dibahas KONI Pusat bersama pemprov,” ujarnya.
Ketua Komisi V DPR Papua, Yan Permenas Mandenas – Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Ketua Komisi V DPR Papua yang membidangi olahraga, Yan Permenas Mandenas mengatakan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua tidak dalam posisi menentukan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada PON XX, saat Papua menjadi tuan rumah, 2020 mendatang.

Menurut Mandenas yang juga Ketua IMI Papua itu, kewenangan KONI Papua dalam konsep Papua sebagai tuan rumah, hanya mengusulkan cabor yang akan dipertandingkan kepada Panitia Besar PON (PB PON) untuk disampaikan kepada Pemprov Papua agar disetujui.

“Kalau Papua bukan tuan rumah, KONI dapat menentukan cabor unggulan yang akan dipertandingkan,” kata Mandenas kepada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Katanya, cabor yang diusulkan KONI juga belum tentu semua disetujui. Akan dilihat ketersediaan anggaran pemprov. Ketersediaan anggaran ini akan menentukan mana cabor yang dapat dipertandingkan, mana tidak.

“Harus dibedakan. Sebagai tuan rumah kewenangan penuh ada di Pemprov Papua. KONI hanya melanjutkan proses administrasi penetapan cabor yang akan dibahas KONI Pusat bersama pemprov,” ujarnya.

Ia mengatakan, kini semua proses masih dalam tahap konsultasi. Misalnya dari cabor yang diusulkan, dimungkinkan dikurangi jika anggaran tidak mencukupi.

“Pemerintah dan DPR Papua akan sepakati berapa kemampuan daerah dan berapa pemerintah pusat. KONI tidak bisa mendikte pemerintah, karena organisasi ini berada di bawah pemerintah,” katanya.

Kata Mandenas, tujuan PON bukan hanya medali emas, tapi mempersiapkan atlet untuk ikut pusat latihan nasional (pelatnas) guna mewakili Indonesia di ajang internasional semisal Sea Games, Asean Games, dan Olimpiade. Tidak bisa hanya melihat kepentingan daerah, namun secara nasional.

Sebelumnya Sekretaris KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan, pada PON 2020 di Papua kurang lebih 46 cabor dengan kuota atlet dan official (tim pendukung) sebanyak 7.018 orang dan akan memperebutkan 757 medali.

“Namun data ini sifatnya masih sementara. Dalam rapat anggota KONI se-Indonesia pada April 2018 di Jakarta, jumlah medali bisa berkurang maupun bertambah,” ucap Kogoya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tanpa APBD, IMI Papua dapat bangun sirkuit

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 8900x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3351x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2087x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe