Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Kep. Solomon : Kami tak akan merespon pernyataan Indonesia
  • Sabtu, 05 November 2016 — 09:25
  • 2816x views

Kep. Solomon : Kami tak akan merespon pernyataan Indonesia

“Kami tak akan merespon pernyataan Indonesia. Faktanya, tidak ada surat resmi dari Australia maupun Indonesia tentang pernyataan itu. Kami hanya akan merespon jika ada surat resmi melalui jalur diplomasi yang resmi pula,” kata Rex Horoi kepada Jubi melalui surat elektronik yang diterima Jubi, Sabtu (5/11/2016).
Rex Horori (kiri) bersama Sekjen United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di Honiara menjelang MSG Special Summit, Juli 2016 - Jubi/Victor Mambor
Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kepulauan Solomon, melalui utusan khusus untuk masalah Papua mengatakan pemerintah Kepulauan Solomon tidak perlu memberikan respon pernyataan Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu. Menteri pertahanan Indonesia ini telah meminta Australia untuk memberitahu Kepulauan Solomon agar tidak mengusik masalah yang terjadi di Papua.

“Kami tak akan merespon pernyataan Indonesia. Faktanya, tidak ada surat resmi dari Australia maupun Indonesia tentang pernyataan itu. Kami hanya akan merespon jika ada surat resmi melalui jalur diplomasi yang resmi pula,” kata Rex Horoi kepada Jubi melalui surat elektronik  yang diterima Jubi, Sabtu (5/11/2016).

Baca Jakarta salah paham hubungan Australia-Pasifik

Negaranya, lanjut Horoi bersama negara-negara Pasifik lainnya, bicara tentang apa yang terjadi di Papua setelah mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

“Kami bicara secara kolektif. Kepedulian kolektif kami berasal dari kelompok masyarakat sipil, gereja,publik dan pemerintah di region Pasifik,” jelas Horoi.

Baca Pejabat Solomon: Ini bukan soal intervensi, tapi penegakan HAM

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasye Sogavare dalam wawancaranya dengan Jubi bulan Juli lalu mengakui ia telah berkirim surat kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam kapasitasnya sebagai Ketua Melanesia Spearhead Groups (MSG) dimana Indonesia berstatus associated member. Surat tersebut menurut Sogavare berisi permohonan untuk membicarakan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Papua dalam forum MSG.

Baca Sogavare : Saya Tidak Pernah Tahu Dubes Kami ke Papua

“Kami sudah mengirimkan surat kepada Jokowi. Pertama mengusulkan Indonesia dan ULMWP berbicara masalah Papua di MSG karena kini keduanya anggota assosiate dan pengamat. Kedua agar saya sebagai ketua MSG bisa berbicara kepada Presiden Indonesia untuk sama-sama menangani masalah Papua. Tapi tidak satupun usulan kami itu direspon,” kata Sogavare. (*)

loading...

Sebelumnya

Aktivis HAM Inggris persembahkan Gandhi Award buat West Papua

Selanjutnya

Status hukum internasional West Papua dikaji di USTJ

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe