Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Oknum TNI penembak nelayan divonis delapan bulan, Pastor John: Ini tak adil
  • Jumat, 23 Maret 2018 — 12:07
  • 1018x views

Oknum TNI penembak nelayan divonis delapan bulan, Pastor John: Ini tak adil

"Putusan delapan bulan itu memalukan. Ini bukan kasus baru, penembakan seperti ini masalah nyawa, sangat tidak profesional dilakukan oknum TNI," kata Pastor John Jonga kepada Jubi, Kamis (22/3/2018) malam.
Oknum TNI pelaku penembakan nelayan Pomako saat memasuki ruang sidang – Jubi/Dok.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Peraih penghargaan Yap Thiam Hien 2009, Pastor John Jonga mengatakan, putusan Majelis Hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura, Selasa (20/3/2018) yang menjatuhkan vonis delapan bulan penjara dipotong masa tahanan kepada oknum TNI, Serka Yusuf Salasar tidak adil.

Menurutnya, aksi Wadan Intel II Korem 174 Timika di Kantor KP3 Laut Pelabuhan Pomako-Mimika, pada (9/8/2017) lalu, yang mengeluarkan tembakan saat terjadi pertengkaran antara nelayan tradisional dengan nelayan migran, tak dapat dibenarkan.

Aksi itu menyebabkan seorang nelayan tradisional bernama Theo Cakatem meninggal dunia, Rudolf Saran menderita luka tembak di bagian lengan, dan Gabriel Nawipo luka tembak di telapak tangan kiri.

"Putusan delapan bulan itu memalukan. Ini bukan kasus baru, penembakan seperti ini masalah nyawa, sangat tidak profesional dilakukan oknum TNI," kata Pastor John Jonga kepada Jubi, Kamis (22/3/2018) malam.

Menurutnya, selain memalukan, putusan itu juga menandakan Pengadilan Militer sangat tidak adil. Oknum TNI melepaskan tembakan karena membela diri tak dapat dijadikan alasan.

"Kalau alasannya membela diri, membela apa," ujarnya.

Katanya, penegakan hukum di negara ini masih pandang bulu. Melihat latar belakang pelaku, apakah memiliki kekuatan atau kekuasaan, berpengaruh atau tidak. Vonis seperti ini lanjut Pastor John Jonga, bukan baru kali ini. Dalam berbagai kasus kekerasan terhadap warga sipil di Papua, bahkan ada pelaku yang bebas dari jeratan hukum dengan berbagai alasan.

"Kalau pelaku punya kekuatan, penegak hukum juga hitung-hitung. Peristiwa Pomako bukan yang pertama. Sudah ratusan orang menjadi korban ketidakadilan," ucapnya.

Dalam sidang di Kabupaten Merauke, Majelis Hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura, memvonis terdakwa Serka Yusuf Salasar delapan bulan penjara atau lebih ringan dari tuntutan  Oditur Militer yakni satu tahun tiga bulan penjara.

Tidak hanya Oditur Militer, sejumlah pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) Papua menilai vonis itu sangat jauh dari tuntutan.

Satu diantara pengacara HAM Papua, Gustaf Kawer dalam rilis pers yang diterima redaksi Jubi, Rabu (21/3/2018) mengatakan, mencermati proses hukum hingga putusan, ada "desain" aparat penegak hukum yang terlibat dalam proses hukum ini untuk melindungi terdakwa.

Pertama, proses penyidikan hingga perkara dilimpahkan ke persidangan hampir kurang lebih enam bulan. Ini dianggap melanggar azas persidangan cepat dan biaya ringan.

"Kedua, perkara ini tidak disidangkan di tempat kejadian atau di wilayah Timika. Seharusnya supaya dekat dengan keluarga korban dan menjamin rasa keadilan serta mempermudah kehadiran saksi korban, perkara ini sepatutnya disidangkan di Timika," ujar Kawer. (*)

loading...

Sebelumnya

Gaji guru SMA/SMK di Papua terbentur adminstrasi

Selanjutnya

Solpap: Kepentingan pemerintah jangan korbankan mama Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe