Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Dua WNA Turki dideportasi terkait kasus “Skimming”
  • Jumat, 23 Maret 2018 — 16:06
  • 845x views

Dua WNA Turki dideportasi terkait kasus “Skimming”

Mereka ditangkap polisi tahun lalu setelah adanya laporan nasabah uangnya terkuras tanpa diketahui siapa yang ambil. Keduanya menjalani hukuman penjara setelah itu kita deportasi
Ilustrasi. Pixabay.com (Creative Commons)/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Makassar, Jubi- Dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Turki masing-masing Hairullah Ceylan (35) dan Ismail Yoru (39) dideportasi Imigrasi Klas I Makassar, Sulawesi Selatan terkait kasus "Skimming Automatic Teller Machine" di ATM pada tahun 2017.

"Dua pelaku ini dideportasi setelah menjalani masa hukumannya selama sembilan bulan di Lapas Klas I Gunungsari Makassar sejak tahun lalu," papar Kepala Devisi Keimigrasian Klas I Makassar, Kaharuddin di Makassar, Kamis ( 22/03/2018).

Keduanya masuk ke Indonesia dengan dokumen lengkap menggunakan visa sementara atau BKVS hanya berlaku 30 hari hingga akhir Maret 2017.

Meski masa berlaku dokumennya sudah habis, kedua WNA ini kemudian mulai melancarkan aksinya di sejumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan melakukan "skimming", yaitu menduplikasi data-data korban dengan alat khusus selanjutnya menguras uang di rekening korbannya.

"Mereka sangat lihai saat menjalankan aksinya menggunakan alat 'skimmer' yang dipasang di tempat nasabah memasukkan kartu ATM. Nah alat itu merekam data-data nasabah yang sudah melakukan transaksi di setiap ATM korban," beber dia.

Terungkap, alat tersebut dibeli dari Thailand melalui situs belanja jual beli daring (online). Selanjutnya, alat ini di kirim ke Turki melalui kargo internasional, kemudian pelaku membawa alat itu ke Indonesia.

Caranya, sebut dia, untuk mendapatkan nomor PIN dari kartu ATM korbannya, pelaku menyimpan kamera mikro di atas tombol saat penginput PIN. Kelemahan dari alat ini, kapasitas baterainya hanya bertahan lima jam. Setelah dipasang mereka akan mengambilnya kembali.

"Mereka ditangkap polisi tahun lalu setelah adanya laporan nasabah uangnya terkuras tanpa diketahui siapa yang ambil. Keduanya menjalani hukuman penjara setelah itu kita deportasi,"tambahnya.

Berdasarkan laporan yang masuk, kerugian nasabah terhadap dua nasabah bank yakni Bank BRI dan Mandiri sebesar Rp140 jutaan. Para pelaku juga mengembalikan seluruh uang yang diambil tersebut, serta kooperatif saat diperiksa hingga menjalani hukuman di lapas.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Klas 1 Makassar, Noer Putra Bahagia menambahkan dua WNA menganggap Kota Makassar adalah salah satu kota yang mudah dalam menjalankan aksinya meretas ATM. (*)




 


 

loading...

Sebelumnya

Gorontalo batasi ASN berutang di bank

Selanjutnya

Tiga merek makarel kalengan mengandung cacing ditemukan di Palu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe