Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Lapas Timika bangun tembok anti panjat sepanjang 500 meter
  • Jumat, 23 Maret 2018 — 17:15
  • 569x views

Lapas Timika bangun tembok anti panjat sepanjang 500 meter

"Saya menyampaikan apresiasi karena Lapas Timika kini sudah mulai berbenah. Dulu selalu ada masalah, karena orang kabur terus. Tapi sekarang kan intensitas yang kabur semakin berkurang. Mudah-mudahan nanti lebih bagus. Itu harapan kami," kata Alex.
Ilustrasi, jeruji lapas yang terkoyak – Jubi/Tempo.co
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Timika, Jubi - Kejaksaan Negeri Timika mendukung penuh upaya pembenahan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Timika agar tidak ada lagi kasus tahanan dan narapidana kabur.

Kepala Kejaksaan Negeri Timika, Alex Sumarna, di Timika, Jumat (23/3/2018), mengatakan upaya pembenahan Lapas Timika kini mulai terasa semenjak kepemimpinan Marojahan Doloksaribu.

"Saya menyampaikan apresiasi karena Lapas Timika kini sudah mulai berbenah. Dulu selalu ada masalah, karena orang kabur terus. Tapi sekarang kan intensitas yang kabur semakin berkurang. Mudah-mudahan nanti lebih bagus. Itu harapan kami," kata Alex.

Kejari Timika memandang sangat penting dilakukan berbagai upaya perbaikan baik sarana maupun prasarana seperti pagar anti panjat maupun pembenahan internal dalam organisasi Lapas Timika sendiri.

"Mungkin di dalam juga dilakukan pembenahan-pembenahan. Sebagai Kajari dan Forkompinda, kami mengapresiasi kesungguhan Kalapas Timika ini," kata Alex.

Alex menambahkan seorang pelaku tindak kriminal perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum demi terciptanya ketertiban umum dan keamanan di lingkungan masyarakat.

"Kalau orang sudah dihukum lalu keluar seenaknya dari penjara, itu kan aneh. Sudah ada beberapa kejadian, orang yang melakukan kejahatan kemudian dihukum lalu kabur dan membuat kejahatan lagi. Yang paling fatal yang kabur itu justru pelaku kejahatan yang berat-berat seperti pelaku pembunuhan dan kasus narkoba," tutur Alex.

Selain membangun pagar anti panjat, pihak Lapas Timika juga menambah personel penjagaan (sipir).

Tahun ini sebanyak 10 orang pegawai CPNS baru di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua ditugaskan untuk memperkuat pengamanan Lapas Timika.

"Saya dengar nanti akan terus ditambah personel pengamanan Lapas Timika sampai 25 orang. Ini langkah yang bagus dan harus kita dukung bersama upaya perbaikan ini," kata Alex.

Pada 2017, Lapas Timika telah membangun pagar anti panjat sepanjang 500 meter di dalam kompleks Lapas Timika.

Kepala Lapas Timika Marojahan Doloksaribu mengatakan pihaknya masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk merampungkan pekerjaan pagar anti panjat.

"Yang masih kurang sekitar 50 meter. Kalau itu sudah dibangun maka pengamanan dari blok tahanan dan napi di belakang sampai di kantor utama di bagian depan sudah bisa maksimal," jelas Doloksaribu.

Selain itu, terdapat dua staf pegawai Lapas Timika yang selama ini terindikasi membantu pelarian para napi dan tahanan juga telah dikenai sanksi administrasi.

"Ada dua orang yang sedang menunggu SK mutasi atau pindah tugas keluar Timika," kata Doloksaribu. (*)

loading...

Sebelumnya

Jayawijaya panen padi perdana 2018

Selanjutnya

PKH di Jayawijaya masih perlu perbaikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe