close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Berjuang untuk West Papua, Gary Juffa Puji Peran Sekjend PIF
  • Jumat, 16 September 2016 — 14:22
  • 316x views

Berjuang untuk West Papua, Gary Juffa Puji Peran Sekjend PIF

Namun, lanjutnya, Dame Taylor telah memberi warna hingga membuat organisasi itu menjadi relevan kembali, termasuk mendorong partisipasi lebih besar pada rakyat pasifik dan pemerintahan mereka, serta menolak menjadi sekadar boneka yang mendorong visi dan fantasi neokolonial.
Gubernur Provinsi Oro, Papua Nugini (PNG) Gary Juffa - Dok. Jubi
Zely Ariane
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Bagi Gubernur Provinsi Oro, Papua Nugini (PNG) Gary Juffa, Forum Kepulauan Pasifik (PIF) adalah alat Australia memenangkan agenda ekonomi untuk rekolonisasi Pasifik. Namun kepemimpinan Sekretaris Jenderal PIF, Dame Meg Taylor, menurut dia, telah membuka peluang Pasifik untuk tidak sekadar jadi boneka.

Garry Juffa, yang dikenal sangat vokal terkait solidaritasnya pada isu-isu West Papua mengatakan penunjukan Dame Meg Taylor sebagai Sekretaris Jenderal PIF telah mengubah banyak hal, terutama keberpihakan terhadap West Papua dan sikap menghadapi Australia.

Seperti dilansir looppng.com, Senin (12/9/2016) Juffa mengatakan sejak kelahirannya PIF, yang sokongan pendanaannya terbesar dari Australia, tak lebih dari forum untuk mendorong agenda ekonomi dan politik Australia belaka.

Namun, lanjutnya, Dame Taylor telah memberi warna hingga membuat organisasi itu menjadi relevan kembali, termasuk mendorong partisipasi lebih besar pada rakyat pasifik dan  pemerintahan mereka, serta  menolak menjadi sekadar boneka yang mendorong visi dan fantasi neokolonial.

“Advokasinya yang tegas terhadap kepentingan kepulauan Pasifik begitu luar biasa dan menganggumkan. Perjuangannya untuk membuat rakyat West Papua diakui (hak politiknya) dan perhatian dunia atas perlakuan kejam yang selama ini dialami rakyat Papua seperti pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan, adalah bukti solidaritas sejati,” tegas Juffa.

Juffa menambahkan, di bawah kepemimpinan Dame Taylor, “kami di Pasifik mulai dapat melihat PIF bisa bertindak lebih dari sekadar kolamnya para akademisi dan pegawai Aussie, NZ serta AS yang seakan sibuk lakukan banyak hal padahal hanya promosikan neo-kolonisasi.”

Dame Taylor sebelumnya menyatakan kekecewaannya atas ketidaktegasan teks Komunike PIF ke 47 terkait West Papua. Namun dirinya yakin perhatian terhadap pelanggaran HAM dan perjuangan hak penentuan nasib sendiri West Papua sangat dalam di Pasifik.(*)

loading...

Sebelumnya

100 Personil Brimob Polda Gorontalo Tiba dari Papua

Selanjutnya

Pengungsi Papua di PNG Terancam Penggusuran

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4947x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4328x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4041x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2524x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2477x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe