Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Maluku
  3. Hery Sarkol divonis satu tahun penjara
  • Senin, 07 November 2016 — 14:43
  • 3081x views

Hery Sarkol divonis satu tahun penjara

Majelis hakim tipikor pada Kantor Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap Hery Sarkol, mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara terkait kasus korupsi dana asuransi anggota DPRD tahun 2002 dan 2003.
Ilustrasi. Hery Sarkol divonis satu tahun atas kasus korupsi dana asuransi. --tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Ambon, Jubi - Majelis hakim tipikor pada Kantor Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap Hery Sarkol, mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara terkait kasus korupsi dana asuransi anggota DPRD tahun 2002 dan 2003.

"Terdakwa dihukum karena terbukti melanggar pasal 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana sebagai dakwaan subsidair," kata ketua majelis hakim tipikor, R.A Didi Ismiatun di Ambon, Senin (7/11/2016).

Dalam amar putusannya, Didi Ismiatun didampingi Christina Tetelepta dan Heri Leliantono selaku hakim anggota juga menghukum terdakwa membayar denda Rp50 juta subsider sayu bulan kurungan. Hery Sarkol juga divonis membayar uang pengganti senilai Rp180 juta.

"Harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi kerugian keuangan negara, dan kalau tidak mencukupi maka kepadanya dikenakan hukuman tambahan berupa kurungan selama satu bulan, serta membayar biaya perkara sebesar Rp5.000," kata majelis hakim.

Hery Sarkol dijatuhi vonis penjara karena ikut menikmati dana asuransi bagi 35 anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara tahun anggaran 2002 senilai Rp1,4 miliar dan tahun 2003 sebesar Rp4,37 miliar.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Maluku, Rolly Manampiring dan Agus Partha yang sebelumnya meminta terdakwa dinyatakan bersalah dan harus dihukum selama dua tahun penjara.

Atas keputusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya Syukur Kaliliki menyatakan banding, sementara JPU Rolly Manampiring menyatakan pikir-pikir.

Dalam tahun anggaran 2002 lalu, Pemkab Malra mengalokasikan dana Rp1,4 miliar untuk membayar polis asuransi 35 anggota legislatifnya, dimana terdakwa bersama anggota dewan lainnya menerima Rp45 juta. Namun dana tersebut tidak dimanfaatkan membayar premi asuransi tetapi dipakai untuk kepentingan lain.

Kemudian dalam tahun anggaran 2003 Pemkab Malra kembali mengalokasikan dana Rp4,37 miliar dalam APBD bagi kegiatan serupa, namun anggarannya tetap dipakai untuk keperluan lain, seperti membuat motor laut yang dilakukan terdakwa Hery Sarkol.

Sehingga dari hasil audit BPK RI Perwakilan Maluku, yang ditemukan hanyalah bukti penerimaan dana asuransi oleh 35 anggota DPRD tetapi polis asuransinya tidak ada sehingga terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp5 miliar lebih.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemkot Ambon bentuk satgas pungli

Selanjutnya

Investor diimbau perhatikan warga sekitar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe