Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Kata Ondoafi Heram jika mengambil air danau Sentani
  • Selasa, 03 April 2018 — 21:04
  • 1662x views

Kata Ondoafi Heram jika mengambil air danau Sentani

“Karena kepemilikannya hanya saya sendiri, tetapi BKSDA bilang mereka sudah mau ambil di Yoka dan belakang Expo,” kata Moses Ohee kepada Jubi, di Kota Jayapura, Sabtu 24 Maret 2018.
Lokasi Rally Yomber, kawasan yang ditawarkan Ondoafi Besar Heram Moses Ohee untuk PDAM Jayapura – Jubi/David
David Sobolim
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ondoafi Besar Heram Moses Ohee mengaku pernah menawarkan ke PDAM agar mengambil air danau di kawasan Asei Faa.

“Karena kepemilikannya hanya saya sendiri, tetapi BKSDA bilang mereka sudah mau ambil di Yoka dan belakang Expo,” kata Moses Ohee kepada Jubi, di Kota Jayapura, Sabtu 24 Maret 2018.

Menurut dia, akan lebih rumit jika mengambil air di kawasan perbatasan (Kabupaten dan Kota Jayapura), sebab ulayatnya dimiliki banyak marga.

“Butuh proses panjang, dan juga dekat dengan kuburan,” ujar Ohee.

Tak hanya terkait status kepemilikan ulayat, kawasan pesisir Yoka dan sekitar Expo-Waena (Kota Jayapura) kata dia, airnya kotor karena telah dicemari sampah.

“Memang kita sendiri lihat banyak sampah warga dan (airnya) tidak layak,” katanya.

Danau Sentani, yang berada di Kabupaten dan Kota Jayapura merupakan danau terluas di Papua. Luasnya 9.360 hektare, dengan kedalaman 42-59 meter dengan 22 pulau-pulau dan 14 sungai yang bermuara ke sini.

Berada di ketinggian 75 mdpl, danau ini dikelilingi pegunungan Cycloop dan Kawasan Cagar Alam Cycloop berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor : 56/Kpts/Um/1/1978 tanggal 26 Januari 1978 dan ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor : 365/Kpts-II/1987 tanggal 18 November 1987 dengan luas 22.500 hektare.

“Jika PDAM mau ambil air tidak akan berkurang karena dari dalam danau Sentani ada banyak mata air. Tetapi dari luar ini (baca: kawasan danau di sekitar Asei Faa) saat musim kemarau atau karena hutan ditebang oleh manusia air tidak bisa mengalir,” katanya.

Ia bercerita, masyarakat sekitar pesisir danau Sentani mengonsumsi air danau untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, ulah segelintir orang menjadikan debit air berkurang.

“Tetapi masyarakat sekarang memakai pompa air dan selangnya dibuang ke dalam danau dan ditarik airnya,” katanya.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura berencana mengambil 3.000 liter per detik air danau Sentani untuk dipasok ke sejumlah warga Kabupaten dan Kota Jayapura.

Rencana ini dilakukan PDAM karena sumber air bersih di Kota Jayapura mulai menipis.

“Rencana itu sudah jadi. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi. Realisasinya bisa jadi atau tidak belum tahu,” kata Direktur PDAM Kota Jayapura Abdul M. Petonengan.

Kata dia, PDAM Jayapura akan mensterilkan air danau sebelum disalurkan kepada pelanggan. Pihaknya juga akan melakukan uji sampel dengan menggunakan kaporit untuk membunuh bakteri.

“Ke depan bukan lagi karborit tetapi gas polor untuk di turunkan. Bakteri-bakteri yang berbahaya atau melebihi batas itu tidak ada, dan aman untuk kita konsumsi, dan hanya ada butuh tritmen untuk penjernihannya,” ujarnya pekan lalu kepada wartawan di Kota Jayapura.

Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga Majelis Rakyat Papua (MRP), Dorince Mehue mengatakan, PDAM harus berkoordinasi dan komunikasi dengan masyarakat sebelum mengambil air danau. Jangan seenaknya mengambil air danau tanpa koordinasi dengan masyarakat adat, terutama masyarakat adat Sentani.

“Orang Sentani bilang para-para adat, karena akibatnya akan kena (akibat). Itu bukan hanya yang ada di sekitar lokasi pengambilan air, tetapi seluruh danau itu sendiri,” kata Mehue.

Anggota MRP dari wilayah adat Mamberamo-Tami (Tabi) ini berpendapat, masyarakat pesisir danau Sentani harus dilibatkan jika mengambil air danau untuk PDAM.

Mehue bahkan berterima kasih pada semua pihak, yang punya perhatian terhadap kelestarian danau Sentani.

“Karena air danau mulai rusak,” kata mantan Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura ini.

Pada peringatan Hari Air Sedunia, 22 Maret 2018, sejumlah pihak menggelar berbagai kegiatan untuk menjaga kawasan Cycloop dan danau Sentani.

Hal ini ditengarai semakin banyaknya sampah di danau dan kawasan Cycloop. Banyak warga yang menebang pohon untuk berkebun.

Padahal masyarakat pesisir danau Sentani memanfaatkan air danau untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari masak, mandi, cuci, dll.

Kini banyak ikan mulai hilang. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Limnologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) mendata 30 spesies ikan air tawar. Empat di antaranya ikan hiu gergaji, ikan pelangi Sentani, pelangi merah dan ikan gabus danau Sentani. (*/Timo Marten)

loading...

Sebelumnya

Berburu tiket pesawat di GATF

Selanjutnya

Dari anak-anak untuk Cycloop dan danau Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe