Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. 30 persen ASN mangkir saat apel gabungan
  • Selasa, 08 November 2016 — 06:03
  • 1521x views

30 persen ASN mangkir saat apel gabungan

Dari 7000 lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi Papua, sekitar 30 persen tidak mengikuti apel gabungan yang digelar setiap awal bulan.
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah provinsi Papua dengan semangat mengukuti apel pagi gabungan - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Dari 7000 lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi Papua, sekitar 30 persen tidak mengikuti apel gabungan yang digelar setiap awal bulan.

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen mengatakan dengan masih adanya pegawai yang tidak hadir pada apel gabungan, menandakan belum semua ASN di lingkup pemerintahan provinsi Papua sadar untuk disiplin.

"Ini menjadi tanggung jawab semua untuk menyampaikan kepada teman teman yang sampai hari ini belum sadar untuk disiplin," kata Hery Dosinaen dihadapan para ASN yang mengikuti apel, di Jayapura, Senin (7/11/2016).

Menurutnya, berapa waktu lalu pihaknya hadir di Jakarta untuk pembahasan struktur organisasi dengan Kementerian Dalam Negeri, sambil menunggu peraturan menteri (Permen) Dalam Negeri tentang struktur organisasi yang merupakan turunan dari peraturan pemerintah (PP) 18 tahun 2016.

"Kami sudah bahas dan mengkaji lebih dalam dan telah memberikan berbagai argument, hanya akan tetap ada penambahan beberapa biro dan pemecahan dinas. Tapi kami sifatnya masih menunggu," ucapnya.

"Kami juga sudah memulai menyusun sesuai dengan kesepakan kemarin. Nanti semua pimpinan SKPD dan tim membasas RAPBD yang telah dibahas karena akan ada penambahan beberapa biro namun tidak terlalu signifikan," tambahnya.

Namun disamping itu semua, kata Hery, sampai hari ini regulasi yang merupakan referensi dari akumulasi pembiayaan dari berbagai sumber dana belum jelas, termasuk dana alokasi dan beberapa anggaran lainnya.

"Untuk dana alokasi, sampai hari ini kami belum punya berapa konstanta nominalnya, begitu juga dengan yang lainnya," katanya.

"Tetapi ini juga bukan merupakan tantangan bagi kita untuk menatah pembiayaan kita yang terstruktur dalam RPBD 2017. Kita tetap semangat, tetap bekerja sesuai dengan apa adanya," tambahnya.

Menanggapi itu, Sekda Hery Dosinaen meminta seluruh ASN untuk tetap bekerja dan mengedepankan disiplin tanpa adan pengkotak kotakan.

"Tidak ada pegawai yang lebih hebat, semua sama hanya tugas dan fungsi saja berbeda," tutupnya. (*)

loading...

Sebelumnya

BKP diminta susun Perdasus bahan lokal

Selanjutnya

Pemprov Papua musnahkan ribuan botol minol

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4599x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4393x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4040x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3517x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe