Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Perempuan dan anak harus dilindungi
  • Jumat, 06 April 2018 — 18:20
  • 1262x views

Perempuan dan anak harus dilindungi

“Saya berharap di dalam diskusi ini bisa menghasilkan satu terobosan baru, yaitu membina satu kampung atau dua kampung untuk jadi kampung binaan dalam pemberdayaan perempuan dan anak,” katanya.
Pelaksanaan seminar tentang perempuan dan anak di auditorium Uncen Jayapura - Jubi/Agus Pabika.
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cendrawasih (BEM Uncen) menyelenggarakan diskusi bertemakan “Mengangkat Peran Mahasiswa/I Dalam Perlindungan Anak” di Auditorium Uncen, Abepura, Jumat (6/4/2018).

Dalam seminar tersebut hadir pemateri yang merupakan staf khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Benny B. Arnoldo Marraha dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar, serta Rektor Uncen, Apollo Safanpo.

Rektor Uncen Apollo Safanpo mengapresiasi kegiatan diskusi tersebut. Pasalnya, persoalan perempuan dan anak di Papua menjadi perhatian oleh semua instansi, lembaga dan semua orang di Papua.

“Saya berharap di dalam diskusi ini bisa menghasilkan satu terobosan baru, yaitu membina satu kampung atau dua kampung untuk jadi kampung binaan dalam pemberdayaan perempuan dan anak,” katanya.

Terobasan baru itu, diharapkan dimulai dengan kerjasama antara Uncen, Pemerintah Pusat dan Provinsi, mengingat peran mahasiswa yang nantinya melakukan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dalam membantu meningkatkan kemajuan kampung terutama memberdayakan perempuan dan anak.

Rektor Uncen juga berharap, dengan adanya diskusi ini bisa menghasilkan satu rekomendasi kepada pemerintah untuk mengayomi dan melindungi anak dan perempuan.

Di tempat yang sama, Ketua BEM Uncen, Paskalis Boma mengatakan, kegiatan ini dilakukan merupakan bagian dari program kerja BEM, salah satunya dari Kementrian Pembedayaan Perempuan Uncen. 

“Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta juga kepada semua pihak, karena persolan anak dan perempuan sangat  penting untuk digali dan ditelusuri korban anak dan perempuan,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir persoalan anak dan perempuan menjadi perhatian oleh semua pihak dan mengalami degradasi dalam persaingan hidup, karena dilihat dari faktor kehidupan sosial dan ekonomi. 

“Seperti KDRT, aibon, miras, narkoba dan seterusnya yang secara langsung membunuh karakter anak,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bensin langka di Yahukimo, “abang ojek” demo dan naikkan tarif

Selanjutnya

DPRD Merauke ‘adili’ manajemen Telkom dan Telkomsel

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 8155x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3298x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2045x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe