close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pengungsi Manus kembali ajukan gugatan hukum
  • Selasa, 08 November 2016 — 08:57
  • 336x views

Pengungsi Manus kembali ajukan gugatan hukum

Pengungsi di kamp pulau Manus Papua Nugini kembali mengajukan gugatan melalui pengacara yang mereka tunjuk ke Mahkamah Agung Papua Nugini untuk memperjuangkan kompensasi dan penempatan ulang tempat tinggal bagi mereka.
Pengungsi di Pulau Manus.—RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Manus, Jubi – Pengungsi di kamp pulau Manus Papua Nugini kembali mengajukan gugatan melalui pengacara yang mereka tunjuk ke Mahkamah Agung Papua Nugini untuk memperjuangkan kompensasi dan penempatan ulang tempat tinggal bagi mereka.

Akhir Oktober lalu, gugatan mereka ditolak MA PNG dengan alasan pengacara tidak dilengkapi dengan surat kuasa dari seluruh pengungsi yang diwakilinya. Kali ini, pengacara pengungsi yang ditunjuk, yaitu Ben Lomai telah memiliki surat kuasa dari 731 orang pengungsi yang ditampung di kamp pengungsi pulau Manus.

Lomai mengatakan pada saat itu ia tidak dibekali dengan tanda tangan seluruh kliennya karena saat itu para kliennya tengah berada dalam kamp pengungsi. Namun, kini ia berhasil mendapatkan 731 tanda tangan pengungsi dari total 900 pengungsi yang berada dalam kamp.

“Kami menunjuk Behrouz Boochani sebagai pihak principal dalam kasus ini. Kami sudah dilengkapi dengan 731 tanda tangan yang menyerahkan kuasanya kepada kami,” ujar Lomai.

Menurut Lomai, pemerintah Papua Nugini telah memberikan sinyal akan memberikan kompensasi kepada pengungsi berupa tempat tinggal dan uang senilai 300 kina atau kurang lebih Rp 1,2 juta per hari selama di kamp penampungan. Pemerintah Papua Nugini akan mengandalkan Australia sebagai pemberi dana kompensasi tersebut.

“Hal ini akan menjadi urusan pemerintah Australia dan Papua Nugini sesuai kesepahaman yang mereka tandatangani sendiri pada tahun 2013. Dalam kesepahaman itu, disepakati bahwa pemerintah Australia akan bertanggung jawab menanggung seluruh biaya terkait kamp pengungsi dan pemrosesan urusan pengungsi,” tuturnya.

Pihaknya telah mendengar rencana pemerintah menawarkan negara tujuan selain Australia dan Papua Nugini bagi para pengungsi. Ia menduga karena sudah ada rencana tersebut, maka pemerintah bisa segera membayar dana kompensasi bagi para pengungsi.

Sebagian pengungsi ada yang telah menempati kamp selama hampir tiga tahun. Menurut Lomai, dana kompensasi yang akan diterima pengungsi tentu akan berbeda-beda sesuai kasus masing-masing. (*)

loading...

Sebelumnya

Virus zika ditemukan di Palau

Selanjutnya

Bainimarama temui Netanyahu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4901x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4222x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2971x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2436x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe