Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. 10 warga Miteng diduga jadi korban perdagangan manusia
  • Selasa, 10 April 2018 — 13:49
  • 745x views

10 warga Miteng diduga jadi korban perdagangan manusia

Setelah direkrut dari Minahasa Tenggara mereka kemudian dibawa ke Medan, untuk diperdagangkan.
Ilustrasi. Pixabay.com (Creative Commons)/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Minahasa Tenggara,Jubi - Sepuluh warga Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara yang ditelantarkan di Malaysia karena tergoda iming-iming menjadi tenaga kerja di negara jiran ini, diduga merupakan korban perdagangan manusia.

"Kami menduga sepuluh warga Minahasa Tenggara yang ditelantarkan di Malaysia karena dijanjikan menjadi tenaga kerja ini merupakan korban perdagangan manusia," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Minahasa Tenggara Robby Sumual, di Ratahan, Minggu ( 8/4/2018).

Berdasarkan pengakuan para korban kepada keluarga mereka, setelah direkrut dari Minahasa Tenggara mereka kemudian dibawa ke Medan, untuk diperdagangkan.

"Menurut keluarga korban, setelah mereka dibawa ke Medan, para korban ini diperdagangkan oleh oknum yang merekrut mereka dengan kisaran harga Rp17 juta per orang," ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan Robby, status penyedia jasa tenaga kerja yang melakukan perekrutan bagi kesepuluh TKI tidak terdaftar di Disnaker Kabupaten Minahasa Tenggara. "Kesepuluh TKI ini tidak pernah tercatat sebagai pencari kerja. Sedangkan untuk penyedia jasa ini tidak terdata sebagai penyedia tenaga kerja secara resmi," ujarnya pula.

Robby menambahkan, para keluarga korban telah melaporkan oknum yang melakukan perekrutan sepuluh warga tersebut ke pihak kepolisian.

Juru Bicara Pemkab Minahasa Tenggara Franky Wowor menegaskan semua instansi di lingkungan Pemkab telah diperintahkan untuk melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulut untuk dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Setelah kami menerima laporan tersebut, semua instansi terkait diperintahkan langsung melakukan penanganan secara cepat," katanya pula.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi saat ini dari sepuluh warga tersebut, empat warga telah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia, sedangkan enam warga lainnya belum diketahui keberadaannya. (*)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

loading...

Sebelumnya

Tiga merek makarel kalengan mengandung cacing ditemukan di Palu

Selanjutnya

Makassar butuh kapal pelayaran internasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe