Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya tarik peredaraan ikan kaleng di pasaran
  • Selasa, 10 April 2018 — 15:15
  • 560x views

Jayawijaya tarik peredaraan ikan kaleng di pasaran

Kebijakan itu terkait beredar informasi  ikan kaleng mengandung cacing.
Ilustrasi, Tempo.co
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi-Pemerintah Jayawijaya menarik peredaraan ikan kaleng di pasaran dan mengimbau masyarakat sementara tidak mengkonsumsi makanan ikan kemasan kaleng. Kebijakan itu terkait beredar informasi  ikan kaleng mengandung cacing.

“Kami sudah menginstruksikan juga kepada pedagang agar tidak menjual makanan kemasan jenis ikan kaleng,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya, Semuel Munua, kepada wartawan belum lama ini.

Ia juga juga sudah menurunkan staf ke lapangan mengecek langsung, tetapi dari 26 merk yang dicurigai mengandung cacing, yang beredar di Jayawijaya hanya dua. “Jadi teman-teman sudah memerintahkan tidak boleh dijual," kata Munua, menjelaskan.

Informasi tentang ikan kaleng yang mengandung cacing itu baru disampaikan di media massa dan belum ada petunjuk resmi dari pemerintah Provinsi Papua dan pusat, sehingga ia berkoordinasi terkait langkah selanjutnya.

Tercatat ada dua jenis ikan kaleng yang beredar di Jaywijaya yakni ABC dan King Fisher, kedua merk makanan itu ditemukan ulat berdasarkan daftar pemerintah Palembang. “Jadi kami mesti koordinasi ke Jayapura, Jakarta, tetapi pengamanan (merk itu) sudah jalan," katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI Bidang Kesehatan, Robert Rouw, saat ditemui disela kegiatan Komunikasi kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi tentang Obat dan Makanan menyatakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menarik peredaraan beberapa merk ikan kaleng yang beredar di pasaran di seluruh Indonesia, termasuk di Papua.

“Baru satu yang kita temukan. Selama ini kita anggap barang ini aman dan telah beredar bebas, namun ternyata begitu diambil sampel oleh BPOM di dalamnya sudah ada cacing,” kata Robert Rouw.

Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah Jayapura yang menarik makanan kaleng,  Robert Rouw juga menyarankan harus ada penelitian dengan mengambil simple untuk memastikan keberadaan cacing dalam kaleng. “Apakah aman tidak,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan ikut mengawasi peredaraan obat dan makanan di pasaran, sebab saat ini banyak yang ditemukan tak layak beredar. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini tiga opsi penetapan satu harga semen di Peguteng

Selanjutnya

Program “satu harga” Jokowi, satu sak semen di Jayawijaya masih Rp510 ribu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe