Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Bahasa Jepang di sekolah Papua
  • Kamis, 12 April 2018 — 07:06
  • 987x views

Bahasa Jepang di sekolah Papua

Cukup banyak sekolah di Papua menyelenggarakan mata pelajaran Bahasa Jepang. Bahkan di Kota Jayapura saja lebih 2 ribu siswa yang mengikuti pelajaran ini. Kedutaan Besar Jepang pun senang melihat Bahasa Jepang menjadi pilihan.
Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Ryo Nakamura - Jubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

BAHASA Jepang menjadi salah satu pilihan mata pelajaran bahasa asing di SMA dan SMK di Provinsi Papua, termasuk di Kota Jayapura.

SMK Negeri 1 Jayapura salah satu sekolah yang mengajarkan Bahasa Jepang. Pelajaran ini sudah berlangsung sejak 1996. Tahun ini saja sekolah ini sudah mengajarkan Bahasa Jepang kepada lebih 500 siswa.

Guru Bahasa Jepang di SMK Negeri 1 Jayapura, Agustina V. Ayhuan, kepada Jubi mengatakan sekolahnya termasuk yang pertama menyelenggarakan mata pelajaran Bahasa Jepang di Provinsi Papua.

Ini dimulai setelah seorang guru sekolah tersebut dikirim ke Jepang mewakili Provinsi Papua pada 1996.

“Balik dari Jepang guru tersebut membuka mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jepang, kemudian setelah Kurikulum 2013 diterapkan mata pelajaran ini dijadikan mata pelajaran pilihan,” katanya, Rabu, 4 April 2018.

Pada 2004 SMKN 1 Jayapura ditunjuk Dinas Pendidikan Provinsi Papua untuk mengikuti pelatihan Bahasa Jepang. Guru dari SMKN 1 Jayapura juga diberi tugas memilih guru-guru dari sekolah lain sebagai peserta pelatihan. Ini berlangsung terus setiap tahun.

Pada 2006 sekolah ini mendapat juara kedua Lomba LKS Bahasa Jepang tingkat nasional. Kemudian setiap tahun mata pelajaran ini menjadi wajib untuk semua siswa mengikutinya.

Tahun ini, 2018, siswa yang mengikuti pelajaran Bahasa Jepang, mulai dari kelas 1 hingga 3 sebanyak 520 orang.

Ayhuan mengatakan ketersediaan buku dan audio pelajaran Bahasa Jepang di sekolahnya cukup lengkap. Sebab pada 2016 Konsulat Jepang di Makassar pernah berkunjung.

“Saat itu kami juga menyampaikan agar anak-anak lulusan SMK di Papua bisa dikirim ke Jepang untuk bekerja atau mengikuti pelatihan lalu bekerja di Indonesia yang berhubungan dengan Jepang,” katanya.

Santi J. Senduk, guru Bahasa Jepang di SMA PGRI Jayapura, mengatakan Bahasa Jepang menjadi mata pelajaran program pilihan, namun diwajibkan dari kelas 1 hingga kelas 3.

“Di sekolah kami ketersediaan bahan ajar cukup dan untuk dukungan dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia tidak ada, tapi karena yang mengatur di bidang pendidikan adalah Jepang Foundation maka kami juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan, tapi hanya untuk guru-guru saja,” katanya.

Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan (Diplomasi Publik), Kedutaan Besar Jepang  di Indonesia, Ryo Nakamura, mengaku sangat senang melihat anak-anak Papua bisa belajar Bahasa Jepang yang jumlahnya 2.000-an. Bahkan jumlah itu baru di Kota Jayapura dan belum termasuk kabupaten-kabupaten yang ada di Papua dan Papua Barat.

Ia mengatakan permintaan pengiriman guru Bahasa Jepang ke Jepang atau guru dari Jepang ke Indonesia rumit, karena itu pihaknya hanya bisa melakukan workshop bagi guru-guru Bahasa Jepang yang ada di Papua.

“Dan tidak mungkin yang belajar Bahasa Jepang ini di kirim ke Jepang untuk pendidikan di sana, tetapi kami akan berupaya agar perwakilan bisa studi di sana,” katanya kepada Jubi yang menemuinya di Kota Jayapura.

Dia menjelaskan kunjungannya ke Papua untuk memperingati hubungan diplomatik Jepang dengan Indonesia selama 60 tahun. Papua termasuk provinsi penting bagi Indonesia, maka Duta Besar Jepang di Indonesia mau bekerja sama dengan lembaga universitas, yaitu Universitas Cenderawasih.

Ia mengatakan penduduk Indonesia dua kali lebih banyak dari penduduk Jepang dan penduduknya rata-rata lebih muda, yaitu berusia 30 tahun. Sedangkan Papua termasuk daerah yang begitu banyak menyimpan sumber daya alam.

“Karena itu Jepang tertarik untuk bekerja sama dengan Papua, tetapi yang lebih dibutuhkan adalah kerja sama di bidang pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sejarah Jepang, Negeri Sakura tersebut pernah ke Papua pada Perang Dunia II.

“Dan bagi Jepang Papua itu sudah menjadi sahabat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembeli belum menjadi raja di Pasar Mama-Mama

Selanjutnya

Pro-kontra lelang jabatan kepala sekolah di Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 8162x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3300x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2046x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe