Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Advertorial
  3. Lukas Enembe kunjungi pedagang di pasar Wamanggu
  • Kamis, 12 April 2018 — 07:32
  • 722x views

Lukas Enembe kunjungi pedagang di pasar Wamanggu

Beberapa mama Papua berhasil menemui Lukas dan menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi mulai dari tempat jualan serta dagangan baik sayur-sayuran maupun umbi-umbian yang tidak terjual. Akibatnya, pendapatan mereka juga tak menentu didapatkan setiap hari.
Cagub Papua, Lukas Enembe, sedang berdialog dengan mama Papua di Pasar Wamanggu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Calon Gubernur Papua nomor urut I, Lukas Enembe, melakukan kunjungan di Pasar Wamanggu. Dalam kunjungan tersebut, berbagai persoalan disampaikan pedagang, terutama mama-mama asli Papua.

Dari pantauan Jubi, Rabu (11/4/2018), ratusan orang berdesak-desakan di Pasar Wamanggu termasuk para penjual, ingin bertemu Lukas Enembe sekaligus berbicara secara langsung.

Beberapa mama Papua berhasil menemui Lukas dan menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi mulai dari tempat jualan serta dagangan baik sayur-sayuran maupun umbi-umbian yang tidak terjual. Akibatnya, pendapatan mereka juga tak menentu didapatkan setiap hari.

Kepada sejumlah wartawan, Lukas Enembe yang berpasangan dengan klemen Tinal itu mengatakan semua orang mempunyai hak berjualan di pasar. Namun, khusus bagi mama-mama Papua, perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) dibuat.

“Itu dengan tujuan agar bahan pangan lokal, hanya mama-mama Papua menjual. Sedangkan pedagang non Papua lain tak boleh menjual,” ungkapnya.

Ditegaskan, jika tempat jualan hanya didominasi orang tertentu, akan merugikan mama-mama Papua. Intinya, tak boleh ada diskriminasi terhadap warga lokal ketika berjualan.

“Sekali lagi saya ingatkan agar hak orang Papua jangan dirampas orang tertentu. Kuncinya perlu ada perda agar mereka tak tersingkir,” pintanya.

Menyinggung desakan mama-mama Papua agar dibangun pasar lokal, Lukas menegaskan, jika mereka terpilih kembali menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Papua, komitmennya untuk membangun barak atau los khusus jualan.

“Kalau bangunan seperti begini, tidak diinginkan dan diharapkan mama-mama Papua. Mereka butuh barak agar lebih leluasa berjualan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasangan Lukmen diminta perjuangkan pemekaran provinsi Papua Selatan

Selanjutnya

Relawan Nusantara di Jayawijaya siap menangkan Lukmen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe