Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. KPU Papua: Calon tunggal berpotensi rawan konflik
  • Kamis, 12 April 2018 — 13:56
  • 749x views

KPU Papua: Calon tunggal berpotensi rawan konflik

Tiga kabupaten tersebut diantaranya Kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah dan Kabupaten Puncak.
Salah satu baliho yang menunjukkan proses Pilkada dengan hanya memiliki satu pasangan calon - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Menyikapi adanya tiga daerah yang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati yang memiliki calon tunggal, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Adam Arisoy mengatakan, calon tunggal tersebut harus bisa meraih suara diatas 50 persen.

Tiga kabupaten tersebut diantaranya Kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah dan Kabupaten Puncak.

"Satu pasangan calon ini berpotensi rawan konflik yang sangat tinggi. Kenapa saya katakan begitu karena para pendukung calon kandidat yang tidak lolos dalam verifikasi di KPU berpotensi akan melakukan upaya-upaya untuk menggagalkan pasangan yang lolos," kata Arisoy kepada Jubi, Kamis (12/4/2018).

Kata Arisoy, yang menjadi kekhawatiran pihaknya soal kerawanan saat Pilkada adalah kabupaten Puncak. Berkaca pada Pilkada lima tahun lalu, konflik yang mengakibatkan banyak korban jiwa ada di kabupaten tersebut.

Konflik di salah satu kabupaten yang memiliki calon tunggal bisa terjadi menurut Arisoy adalah ketika masyarakat setempat bersepakat untuk tidak memilih calon tunggal tersebut.

"Calon tunggal itu prosesnya antara memilih kolom bergambar dan kolom tidak bergambar. Dan ini risikonya sangat rawan. Artinya, kalau rakyatnya tidak sepakat untuk tidak memilih calon tersebut maka Pilkada itu dinyatakan gagal," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap pasangan calon tunggal tersebut harus bekerja maksimal dengan memenangkan seluruh perolehan suara sehingga dari perolehan suara sah tersebut dikali dengan jumlah hasil kemenangan.

"Harus diatas 50 persen. Kalau tidak atau di bawah 50 persen maka secara total Pilkada tersebut bisa kita katakan gagal," katanya.

Menurut Arisoy, tiga kabupaten yang memiliki pasangan calon tunggal tersebut adalah pasangan John Richard Banua-Marthin Yogobi (Kabupaten Jayawijaya), paslon Willem Wandik-Alus U. K. Murib (Kabupaten Puncak), dan paslon Ham Ricky Pagawak-Yonas Kenelak (Kabupaten Mamberamo Tengah).

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua, Fegie Wattimena mengatakan, pemilihan kepala daerah di satu daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon atau melawan kotak kosong, ada beberapa cantolan hukum yang tidak mengaturnya.

Misalnya, ada masyarakat yang membuat baliho yang dalam baliho tersebut berisikan jangan coblos nomor satu, dan pilih kotak kosong.

"Ini tidak ada cantolan hukumnya. Kalau sudah begini, kami sebagai pegawai hanya bisa menurunkan baliho tersebut," kata Wattimena, belum lama ini kepada Jubi.

Selanjutnya, kata Wattimena, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Paslon tersebut juga akan sulit untuk dikontrol.

"Pada Pilkada tahun ini, ada tiga daerah yang paslonnya melawan kotak kosong. Saya berharap tiga daerah tersebut dan juga empat daerah lainnya dalam menjalankan Pilkada agar berjalan aman dan lancar," pinta Wattimena.

Lanjutnya, seperti halnya pada Pilkada Kota Jayapura beberapa waktu lalu dimana hanya ada satu pasangan calon.

"Ada banyak sekali baliho yang dipasang oleh masyarakat yang mengimbau untuk mencoblos kotak kosong. Kami sebagai pengawas hanya bisa menertibkan baliho tersebut," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRP dan MRP bisa perjuangkan calon bupati OAP

Selanjutnya

Kampanye dialogis minimalisir potensi konflik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 8161x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3299x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2045x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe