Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Sejumlah daerah di Papua ditetapkan sebagai kebun benih
  • Kamis, 12 April 2018 — 15:11
  • 693x views

Sejumlah daerah di Papua ditetapkan sebagai kebun benih

Keputusan penunjukan daerah itu berdasarkan surat Menteri Pertanian tahun 2017. 
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Jhon Nahumury (tengah) didampingi Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa, Simeon Itlay membuka rapat koordinasi perkebunan - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Enam kabupaten di Papua, meliputi Jayapura, Keerom, Mimika, Biak Numfor, Sarmi, dan Jayawijaya ditetapkan sebagai kebun benih untuk komiditas kakao, kelapa dan kopi. Keputusan penunjukan daerah itu berdasarkan surat Menteri Pertanian tahun 2017. 

"Kami harapkan dengan penetapan kebun sumber benih ini tidak ada lagi yang cari benih asal asalan. Karena kita sudah menetapkan kebun sumber benih unggulan," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Jhon Nahumury kepada wartawan, di Jayapura, Kamis (12/4/2018). 

Menurut dia, SK yang dikeluarkan Menteri Pertanian antara lain terbagi kebun Entris Kakao Klon 01 dan Klon Sulawesi 02 di kabupaten Keerom dan kabupaten Jayapura. Penetapan kebun Blok penghasil pinggi dan pohon iInduk terpilih tanaman kelapa di Kabupaten Mimika. 

Selain itu, tanaman kelapa dalam unggul lokal di Kabupaten Jayapura, kebun sumber benih tanaman kelapa di Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Sarmi, serta kebun sumber kopi arabika di kabupaten Jayawijaya. 

“Dengan adanya keputusan saya mengimbau setiap petugas Dinas Perkebunan di kabupaten agar mengumumkan kepada petani agar mengambil benih di kebun-kebun yang telah disediakan,” kata Nahumury, menjelaskan.  

Menurut dia, Pemprov Papua akan mengeluarkan peraturan agar petani tidak asal-asalan mengambil bibit dari luar ketentuan. Sebab pemerintah telah memperbanyak bibit unggul dan bermutu dengan harapan produksi perkebunan meningkat. 

"Saya minta agar petugas perkebunan di kabupaten dapat merawat dan memelihara kebun benih dengan baik serta dapat dikembangkan agar kebutuhan benih bisa terpenuhi," katanya.

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa, Simeon Itlay, menyebutkan berbagai aktivitas dan kebutuhan ekonomi masyarakat orang asli Papua sangat erat dengan ekosistem hutan, laut, danau, sungai dan pertanian dalam arti luas. 

Program dan kebijakan pembangunan sektor ekonomi yang berbasis pada pengelolaan potensi sumber daya pertanian menjadi pendekatan paling memungkinkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 

"Berdasarkan kajian yang dilakukan berbagai institusi berkompeten, menunjukkan potensi lokal utama di lima kawasan pembangunan ekonomi, baik di Saireri, Mamta, Anim Ha, Lapago dan Mepago, merupakan komoditi bidang perkebunan," kata Itlay. (*)

loading...

Sebelumnya

Disdukcapil Kota Jayapura kebut perekaman KTP-el

Selanjutnya

Jokowi ingin ekonomi di Hamadi dan Holtekamp tumbuh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9654x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3389x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2123x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe