Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Perubahan iklim, ekstraksi sumber daya dan kolonisasi Papua didiskusikan di Sidney
  • Selasa, 08 November 2016 — 16:17
  • 1319x views

Perubahan iklim, ekstraksi sumber daya dan kolonisasi Papua didiskusikan di Sidney

“Kolonisasi Indonesia atas West Papua lah yang menyebabkan eksploitasi sumber daya yang merusak hingga seperti sekarang ini, dan dampaknya pada pelanggaran HAM dan pengrusakan lingkungan di West Papua. Jadi kedua hal itu sangat terkait,” ungkap Webb.
Konferensi tentang Perubahan Iklim Pasifik dan Eksploitasi Sumber Daya di Papua, berlangsung di Sidney, Kamis dan Jum’at 3-4 November - Dok. Jubi
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Sebuah konferensi berlangsung di Sydney, Kamis dan Jum’at 3-4 November  bertema Perubahan Iklim Pasifik  dan Eksploitasi Sumber Daya di Papua yang diinisiasi oleh Western Sydney University dan Proyek West Papua University of Sydney.

Konferensi dua hari ini untuk pertama kalinya membahas relasi multidimensi antara persoalan yang paling mendesak di wilayah Pasifik, yaitu perubahan iklim, dan konflik yang dipicu oleh sumber daya di
West Papua.

“Perubahan iklim dan ekstraksi sumber daya yang membahayakan di West Papua memiliki hubungan yang sangat erat,” ujar organisator konferensi, Dr Cammi Webb-Gannon dari Western Sydney University, seperti dilansir RNZI, Kamis (3/11/2016).

Hadir sebagai pembicara utama adalah Menteri Sumber Daya Alam dan Pertanahan Vanuatu, Ralph Regenvanu. Peserta lainnya berlatar belakang ahli perubahan iklim, juga para analis dari Papua dan NGO
Internasional terkait isu-isu hutan seperti Forest People Programme (FPP).

Cammi Webb mengatakan perlu menemukan penghubung antar kedua persoalan tersebut, dan bagaimana mengatasinya sekaligus.

“Kolonisasi Indonesia atas West Papua lah yang menyebabkan eksploitasi sumber daya yang merusak hingga seperti sekarang ini, dan dampaknya pada pelanggaran HAM dan pengrusakan lingkungan di West Papua. Jadi kedua hal itu sangat terkait,” ungkap Webb.

Kedua persoalan itu, ujarnya, belum pernah didiskusikan bersamaan, sehingga itulah tujuan dari konferensi tersebut. Webb juga menekankan ada beberapa isu kritis yang menjadi perhatian dalam konferensi.

Dampak perubahan iklim di Kepulauan Pasifik membuat perlindungan hutan hujan Papua sangat penting dari pembalakan dan penggundulan industrial.

Konferensi ini dilatarbelakangi oleh fakta wilayah Pasifik yang berada di garis depan dampak perubahan iklim terhadap kemanusiaan. Pulau New Guinea (Papua dan Papua Nugini), yang memiliki keanekaragaman hayati paling luas di bumi ini, memiliki kawasan hutan hujan yang luas, ketiga trluas setelah Amazon dan Kongo.

Sementara itu itu setengah dari Pulau New Guine, yaitu West Papua, sedang menghadapi kehilangan hutan akibat pembelakan legal dan illegal dengan begitu cepat. Melakukan pemerataan lahan demi apa yang disebut kompleks pangan dan energi, sambil terus memelihara pertambangan emas dan tembaga serta sumber daya alam cair lainnya. Semua itu member dampak besar pada lingkungan di pegunungan hingga pesisir pantai.

Konferensi juga mencemaskan pemerintah Indonesia dan korporasi internasional yang telah mengajukan 50 izin pertambangan batubara menambah investasi minyak bumi. Konsekuensinya sudah terbentang di depan mata, perampasan tanah, pembakaran hutan yang disengaja, pembalakan kayu, perluasan perkebunan sawit, produksi minyak dan gas, yang kesemuanya berdampak memperparah perubahan iklim.

Di dalam situasi itu kehadiran aparat keamanan yang mendapat keuntungan dari proses itu, menambah persoalan.

“Situasi ini semakin mengancam pergerakan kemerdekaan di West Papua serta seluruh visi
hidup masyarakat asli turut dihancurkan akibat penghancuran tanah dancara hidup mereka,” demikian ujar rilis panitia yang diterima redaksi.(*)

loading...

Sebelumnya

Kotak hitam pesawat kargo Caribou telah ditemukan

Selanjutnya

Australia disarankan kunjungi Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4876x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2803x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe