Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Tertibkan Hewan Ternak, Satpol PP Minta Senjata Bius
  • Jumat, 16 September 2016 — 14:34
  • 156x views

Tertibkan Hewan Ternak, Satpol PP Minta Senjata Bius

Menurut dia, sanksi dalam Perda Nomor 26 Tahun 2011 tentang Penertiban Hewan Ternak yang dilepasliarkan di jalan raya dan fasilitas umum belum memberikan efek jera terhadap pemilik hewan ternak.
Senapan bius. — telinject.com
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Mukomuko, Jubi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, membutuhkan senjata bius untuk menertibkan hewan ternak yang dilepasliarkan di jalan raya dan fasilitas umum di daerah itu.

“Sanksinya dalam peraturan daerah (perda) harus tegas, salah satu personel Satpol PP dilengkapi senjata bius,” kata Kepala Satuan Polisian Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mukomuko Khairul Anwar di Mukomuko, Selasa (13/9/2016).

Menurut dia, sanksi dalam Perda Nomor 26 Tahun 2011 tentang Penertiban Hewan Ternak yang dilepasliarkan di jalan raya dan fasilitas umum belum memberikan efek jera terhadap pemilik hewan ternak.

Selain dilengkapi dengan senjata bius, menurut dia, sanksi denda uang terhadap orang yang melepasliarkan hewan ternak harus lebih besar daripada denda sekarang.

“Sanksi denda sapi yang tertangkap di jalan raya dan fasilitas umum sebesar Rp1 juta terlalu ringan. Buktinya, masih banyak orang yang melepasliarkan sapi dan kerbaunya,” ujarnya.

Menyinggung soal rencana bupati setempat untuk menaikkan denda terhadap pemilik sapi yang melepasliarkan hewan ternaknya dari sebesar Rp1 juta menjadi sebesar Rp3 juta, dia mengatakan bahwa hal itu belum terealisasi.

Ia mengatakan bahwa sampai sekarang personelnya masih kesulitan untuk menertibkan kerbau karena badan hewan ternak tersebut terlalu besar.

“Badan kerbau terlalu besar sehingga menyulitkan petugas menangkapnya, kecuali kalau menggunakan senjata bius,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Korban Termakan Buaya Berhasil Dievakuasi

Selanjutnya

Hanya 40 Persen ASN yang Miliki Keahlian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe